KLIKREAD.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyebut, langkah pengembalian uang negara dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung), mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.
Terutama dalam kasus yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dan aset negara.
Hal ini menyoal penyerahan uang negara senilai Rp10,27 triliun hasil kerja Satuan Tugas (Sagas) Penertiban Kawasan Hutan Kejagung disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di kompleks Kejagung, Jakarta.
Baca Juga: Jerat Pelaku Perintangan Penyidikan, KPK Segera Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bea Cukai
Nilai cukup fantastis dari penyelamatan keuangan negara tersebut dinilai menjadi salah satu capaian besar penegakan hukum berbasis pemulihan aset yang saat ini tengah didorong pemerintah bersama Kejaksaan Agung.
Menurut Sahroni, publik menaruh harapan besar agar pola kerja serupa terus dijalankan secara konsisten oleh aparat penegak hukum.
“Publik tentunya menantikan kinerja-kinerja seperti ini terus berlanjut, ini sangat meningkatkan kepercayaan,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 15 Mei 2026.
Baca Juga: KPK Bidik Calon Tersangka Baru di Kasus Dugaan Suap Bea Cukai
Politikus Partai NasDem itu menilai pendekatan pemulihan aset negara dapat menjadi perubahan besar dalam sistem penegakan hukum nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan hasil pengembalian uang negara dari tindak pidana korupsi maupun pelanggaran pengelolaan sumber daya alam nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk membiayai program masyarakat.
“Puluhan bahkan ratusan triliun uang hasil kejahatan korupsi akan terus dikembalikan ke negara dan itu nantinya akan dipakai lagi untuk program-program masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Deretan Artis dan Figur Publik Bereaksi Keras Bela Nadiem Makarim Terkait Tuntutan 18 Tahun Penjara
Sahroni juga menekankan bahwa pola penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada hukuman pidana.
Tetapi juga pengembalian kerugian negara, memberikan dampak langsung kepada publik.
Artikel Terkait
Menkomdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Praktik Ilegal Judi Online
Kuliah Daring di Lapas, Ferdy Sambo Dapat Beasiswa Lanjutkan Sudi Magister Teologia
Kemensos Anggarkan Rp4,14 Miliar Pengadaan Bingkai Foto Presiden dan Wapres Dipajang di Sekolah Rakyat
Perkuat Invesasi, Menlu Singapura Inginkan Hidupkan Kembali Kerjasama Segitiga Ekonomi Sijori
Pilu Karyawan Pabrik Ban di Purworejo usai Insiden Kebakaran, Sempat Berupaya Padamkan Api namun Gagal
Obat Keras Dijual Bebas di Swalayan Ritel Bintaro, BPOM dan Dinkes Lakukan Sidak
Bertambah Rp15,3 Miliar, Kekayaan Seskab Teddy Meningkat dari LHKPN Sebelumnya
Deretan Artis dan Figur Publik Bereaksi Keras Bela Nadiem Makarim Terkait Tuntutan 18 Tahun Penjara
KPK Bidik Calon Tersangka Baru di Kasus Dugaan Suap Bea Cukai
Jerat Pelaku Perintangan Penyidikan, KPK Segera Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bea Cukai