KLIKREAD.COM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menegaskan larangan bagi organisasi masyarakat (Ormas) untuk melakukan aksi penyisiran paksa atau sweeping terhadap rumah makan selama bulan suci ramadan.
Aturan main terkait operasional tempat usaha selama bulan ramadhan dinilai sudah menjadi prosedur tetap yang dipahami pelaku usaha.
Rano Meminta semua pihak menahan diri dan tidak mengambil tindakan sepihak.
Baca Juga: Bertemu Menlu Sugiono, Sekjen PBB Dukung Peran Indonesia di Board of Peace
Karena katanya, para pemilik restoran umumnya memiliki kesadaran untuk menghormati orang yang berpuasa dengan memasang tirai penutup.
"Larangan ormas melakukan sweeping itu dari tahun ke tahun tuh udah menjadi arahan.
Karena restoran atau warung sekarang juga sudah tahulah.
Kalau memang dia buka pasti dia tutup, apa namanya, dia pakai tirai.
Itu udah umum sebetulnya," ujar Rano Karno di hadapan wartawan, di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 18 Februari 2026.
Baca Juga: Tim Hisab Rukyat Kemenag Sebut 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026
"Nah kita pemerintah mengingatkan lagi.
Bahkan juga misalnya apa apa namanya, restoran-restoran harus ada jam buka.
Itu udah protap, udah tahun ke tahun pasti. Cuma kadang-kadang suka ada juga yang jahil kan. 'Ah, mungkin enggak diingetin nih, udahlah.'" sambungnya.
Rano menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan bosan mengingatkan pentingnya toleransi.
Artikel Terkait
Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, 34 Desa dari 9 Kecamatan di Kabupaten Grobogan Terendam Banjir
7 Koper Berisi Barang Berharga Milik Wisatawan Thailand Raib Digasak Maling di dalam Mobil
Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap 4 Anggota KKB, Termasuk Penembak Pesawat Smart Air
Masyarakat Korowai Gotong Royong Kumpulkan Uang Agar Pesawat Bisa Beroperasi
Kapolri Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Kemenhaj RI Sebut Siskohat Telah Terintegrasi dengan Platform Nusuk Milik Pemerintah Arab Saudi
HUT KSPSI ke-53, Kapolri Buka Faskes untuk Polri untuk Buruh
Malam Ini, Jutaan Warga Muhammadiyah di Jawa Timur Gelar Salat Tarawih Perdana
Tim Hisab Rukyat Kemenag Sebut 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026
Bertemu Menlu Sugiono, Sekjen PBB Dukung Peran Indonesia di Board of Peace