Dalam tulisannya, SBY menuturkan saat itu dengan informasi dan intelijen yang sangat minim, dirinya yang berada di Jayapura segera menggelar rapat Kabinet Terbatas, yang dihadiri oleh sejumlah Menteri yang mendampinginya
"Ingat, kunjungan saya ke Papua waktu itu di samping menghadiri perayaan Natal bersama juga meninjau Nabire yang baru saja tertimpa bencana," jelasnya.
Setelah melakukan pembahasan secukupnya, SBY mengambil keputusan bahwa esok hari, sepagi mungkin, dirinya langsung ke Aceh, bukan ke Jakarta sesuai dengan yang telah direncanakan.
"Pada waktu itu memang ada yang berpendapat dan menyarankan agar sebaiknya saya kembali ke Jakarta dulu.
Setelah segalanya menjadi jelas, baru ke Aceh," tuturnya.
"Tidak. Kita langsung ke Aceh. Persiapkan penerbangan kita.
Kita berangkat sepagi mungkin," demikian dirulis SBY saat menangani peristiwa Tsunami di 2004 silam.***
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor di Sumatera, ESDM Jamin Evaluasi hingga Sanksi Tegas Pencabutan 23 Izin Penambangan
Pulihkan Kehidupan Warga Terdampak Bencana, Pemerintah Persiapkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Prabowo Perintahkan Tambahan Anggaran Jika Perlu, TNI–Polri Dibackup Penuh Tangani Bencana
Antisipasi Risiko Banjir bandang dan Longsor, Pemda dan masyarakat Diingatkan Perkuat Kesiapsigaan
Ancaman Longsor dan Banjir Bandang Meluas, Pakar UGM Ingatkan Waspada Risiko Musim Hujan
Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games: Sambil Mengurus Saudara Kita yang Terdampak Musibah, Kita Harus Tetap Kuat
Kisah Pilu Warga Desa Sekumur saat Air Setinggi 10 Meter Deras Menerjang Wilayahnya, Hanya Tersisa Bangunan Masjid
Gubernur Aceh Tegaskan Kepala Daerah Segera Mengundurkan Diri Jika Cengeng Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir Bandang
Beda Suara Gubernur Aceh dan Mendagri soal 3 Bupati Tak Sanggup Atasi Bencana: Dinilai Tak Bisa Mandiri hingga Dianggap Cengeng
Penanganan Bencana Bajir Bandang di Aceh, Presiden RI Prabowo Subianto Tinjau Sejumlah Titik Alami Kerusakan Parah