Kisah Pilu Warga Desa Sekumur saat Air Setinggi 10 Meter Deras Menerjang Wilayahnya, Hanya Tersisa Bangunan Masjid

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 7 Desember 2025 | 13:03 WIB
 Bencana banjir bandang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang tersapu luapan air hanya menyisakan bangunan masjid yang tetap utuh. (Facebook.com/MeldiyaReza)
Bencana banjir bandang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang tersapu luapan air hanya menyisakan bangunan masjid yang tetap utuh. (Facebook.com/MeldiyaReza)

KLIKREAD.COM, Aceh - Bencana banjir bandang di wilayah Provinsi Aceh pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.

Salah satu daerah yang terdampak dalam peristiwa ini yaitu Kabupaten Aceh Tamiang.

Wilayah tersebut kini mengalami kerusakan hebat dengan 2,8 ribu rumah warga yang dilaporkan rusak berat.

Baca Juga: Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games: Sambil Mengurus Saudara Kita yang Terdampak Musibah, Kita Harus Tetap Kuat

Terkini, berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 7 Desember 2025, bencana itu telah menewaskan 57 korban jiwa.

"57 jiwa meninggal dunia, 23 jiwa hilang, 18 jiwa terluka," demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Tercatat, sebanyak 56 fasilitas umum yang rusak akibat luapan air dari bencana banjir bandang di Aceh Tamiang.

Baca Juga: Ancaman Longsor dan Banjir Bandang Meluas, Pakar UGM Ingatkan Waspada Risiko Musim Hujan

"(Kerusakan pada) 17 fasilitas kesehatan, 9 gedung atau kantor, dan 1 akses jembatan," tambah BNPB.

Menilik lebih dekat, terdapat sebuah wilayah pedesaan yang dilaporkan lenyap dalam sekejap akibat bencana banjir bandang ini, yaitu Desa Sekumur di Aceh Tamiang.

Tersisa Masjid dan Gelondongan Kayu di Sekitarnya.

Baca Juga: Antisipasi Risiko Banjir bandang dan Longsor, Pemda dan masyarakat Diingatkan Perkuat Kesiapsigaan

Pada Minggu, 7 Desember 2025, Desa Sekumur disebut hilang tersapu banjir bandang pada tragedi yang terjadi pada pekan lalu.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, di desa itu, hanya tersisa bangunan masjid dan gelondongan kayu di sekitarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X