Stunting Capai 21,4 Persen, Bupati Karimun Sebut Akibat Faktor Sosial Ekonomi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 26 November 2025 | 15:00 WIB
Bupati Karimun, Iskandarsyah./net
Bupati Karimun, Iskandarsyah./net

KLIKREAD.COM, Karimun - Bupati Karimun Iskandarsyah, menegaskan bahwa pemerintah daerah serius menangani kenaikan angka stunting ini.

Namun, ia juga menilaim stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi.

Melainkan faktor sosial ekonomi berperan besar dalam meningkatnya jumlah balita alami stunting.

Untuk itu, ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif.

Baca Juga: 75 Pelajar SMA dan SMP Ikuti Lomba Resensi Buku Digelar DPK Tanjungpinang

Hal ini dinyatakan Bupati Karimun saat membuka rakor tim percepatan penanganan stunting.

Berdasarkan data menunjukkan bahwa kasus stunting melonjak hingga 21,4 persen di Kabupaten Karimun.

Hal telah melampaui rata-rata nasional 19,8 persen, dan bahkan menjadi tertinggi di Provinsi Kepri yang hanya 15 persen.

Baca Juga: SMKN 1 Tanjungpinang Rayakan HGN 2025 dan PGRI ke 80 dengan Guru Hebat Indonesia Kuat

Kondisi ini terasa ironis, sebab kenaikan angka stunting terjadi saat Pemerintah Kabupaten Karimun gencar melakukan intervensi gizi di berbagai lini.

Untuk mengatasi kasus stunting ini kata Bupati Karimun, pemerintah menyiapkan program jangka pendek berupa intervensi gizi, peningkatan asupan, penggerakan SDM, bantuan stimulus.

Hingga pengalokasian dana cadangan khusus untuk mendukung program gizi.

“Selain upaya-upa tersebut, kita juga harus mengetahui dimana letak kelemahannya dalam penanganan stunting ini.

Baca Juga: Operasi Zebra Seligi 2025: Satlantas Polresta Barelang Intensifkan Edukasi dan Keselamatan Berlalu Lintas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X