Gubernur Kepri Ingatkan Waspadai Kenaikan Harga Jelang Nataru dan Pengaruh Cuaca Ekstrem

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 26 November 2025 | 14:00 WIB
 Gubernur Kepri saat memimpin rapat High Level Meeting TPID dan TP2DD yang digelar di Kantor Gubernur Kepri di Dompak. (Dok.Pemprov Kepri)
Gubernur Kepri saat memimpin rapat High Level Meeting TPID dan TP2DD yang digelar di Kantor Gubernur Kepri di Dompak. (Dok.Pemprov Kepri)

KLIPREAD.COM - Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada di level 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy).

Hal ini masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Kendati demikian, Gubernur Ansar juga mengingatkan adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan peningkatan permintaan masyarakat menjelang natal dan tahun baru (Nataru.

Pernyataan Gubernur Ansar saat memimpin rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,48 Persen, Salah Satu Tertinggi Secara Nasional

Acara digelar di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin 24 November 2025 lalu.

Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga jelang Nataru serta mendorong percepatan digitalisasi layanan publik.

Ansar juga menyebutkan, terdapat beberapa komoditas perlu diantisipasi antara lain cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras.

Ansar meminta OPD teknis memperkuat koordinasi, memperbarui neraca pangan, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 7,48 Persen, Namun Angka Kemiskinan Belum Menurun Optimal

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri dari 99,75 menjadi 98,8.

Ia meminta seluruh OPD meningkatkan pemanfaatan kanal pembayaran digital melalui QRIS, KKPD, dan sistem transaksi elektronik lainnya.

“Digitalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” ucap Ansar.

Baca Juga: Warga Batam Kebingungan Isi Barcode, Petugas Disdukcapil Cuma Bilang “Scan” Tanpa Bantu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X