Meski Tak Setuju, Menkeu Purbaya Siap Ikuti Arahan Presiden Terkait Skema Penyelesaian Utang Whoosh

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 14 November 2025 | 19:50 WIB
Ilustrasi.Kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh./net
Ilustrasi.Kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh./net

KLIKREAD.COM, Jakrta - Meski secara pribadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak setuju terkait penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Namun ia menyatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait skema penyelesaian utang proyek KCIC atau Whoosh tersebut.

Ia menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan di tingkat pemerintah.

Baca Juga: Jangan Sembarang Parkir di Depan Rumah Orang Bisa Dipidana 18 Bulan Penjara dan Denda Rp1,5 Miliar

“Kalau saya mending nggak bayar, tapi itu kan ada kebijakan dari atas, Presiden dan lain-lain, berdiskusi.

Tapi ini belum diputuskan,” ujar Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 14 November 2025.

Purbaya menjelaskan, pembahasan saat ini cenderung mengarah pada skema pembagian peran antara pemerintah dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya akan Rekrut 300 lulusan SMA jadi PNS di Lingkungan Kemenkeu

Dalam konsep tersebut, Kemenkeu hanya akan menanggung porsi infrastruktur, seperti jalan dan rel.

Sementara komponen lain seperti rolling stock tidak menjadi bagian tanggung jawab kementeriannya.

“Rolling stock mereka yang menanggung.

Baca Juga: Viral di Medsos Anggota Polisi Pukul Dua Siswa SPN di Polda NTT

Tapi saya belum mendapat kesimpulan. Maka saya bilang kalau nanti mereka diskusi ke sana, saya ikut.

Saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X