Selepas SMA, Marsinah tidak bisa melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya.
Dari situ dia melamar kerja di beberapa tempat sebelum akhirnya bekerja di pabrik arloji, PT Catur Putra Surya (CPS).
Meski telah bekerja, Marsinah masih aktif mengikuti berbagai kursus untuk menambah pengetahuan.
Dia juga dikenal memiliki minat baca yang tinggi, bahkan tak segan membaca koran bekas.
Saat menjadi buruh ini lah, Marsinah semakin memiliki keingintahuan tentang aturan ketenagakerjaan.
Banyak rekan kerja Marsinah yang meminta saran darinya terkait berbagai hal.
Marsinah juga tidak segan tampil membela teman-temannya yang diperlakukan tidak adil oleh perusahaan.
Marsinah kemudian menjadi pelopor aksi buruh di lingkungan perusahaannya.
Baca Juga: Polres Sukoharjo Temukan Indikasi Zat Berbahaya di Buah Anggur dari Menu MBG
Dia membela hak-hak para pekerja yang seringkali diabaikan perusahaannya.
Sosoknya terkenal berani berhadapan dengan jajaran pimpinan perusahaan demi membantu kawan-kawannya.
Keberanian ini disaksikan dan dirasakan langsung orang-orang terdekatnya.
Tanggal 2 Mei 1993, Marsinah terdokumentasi ikut dalam rapat yang merencanakan aksi buruh berupa pemogokan massal pada 3-4 Mei 1993.
Baca Juga: Wapres Gibran Sebut Soeharto Berjasa Kemajuan Bangsa Layak Dapat Gelar Pahlawan
Artikel Terkait
KPK Sampaikan Turut Duka Cita atas Meninggalnya Antasari Azhar
Roy Suryo CS Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
Menkeu Purbaya Bakal Redenominasi Rupiah Hilangkakan Tiga Angka Nol Dibelakangnya
Wapres Gibran Sebut Soeharto Berjasa Kemajuan Bangsa Layak Dapat Gelar Pahlawan
Polres Sukoharjo Temukan Indikasi Zat Berbahaya di Buah Anggur dari Menu MBG
Ahmad Sahroni Bantah Black Mamba Ada di Rumahnya, Dinilai Foto Viral di Medsos untuk Menyerang Dirinya
Taklimat Partai Gerindra, Prabowo: Berbuat Terbaik, Manusia Mati Meninggalkan Nama
Prabowo Ingin Karang Taruna dan Pramuka Aktif Kembali Bangun Kepedulian Sosial
Hasil Penggeledah Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72, Polisi Temukan Barang Bukti
Presiden RI Prabowo Segera Umumkan Soeharto dan 9 Tokoh Lainnya jadi Pahlawan Nasional