KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membangun jaringan listrik di lebih dari 1.100 desa selama satu tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dia menjelaskan peningkatan akses listrik ke desa-desa menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Tahun ini Bapak Presiden kita mampu membangun jaringan di 1.100 lebih desa. Total desa yang kita belum aliran listrik 5.700, ada 4.400 dusun. Sekarang lagi pasang 1.100 lebih desa, kemudian 250.000 (akan) pasang,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.
Baca Juga: Sakit Punggung dan Batuk Menganggu Anda untuk Ramalan Zodiak Cancer Minggu, 26 Oktober 2025
Pemerintah, lanjut Bahlil, menargetkan semua desa dan dusun di Indonesia sudah dialiri listrik pada 2030.
Ia mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus kepada anak-anak di seluruh pelosok Tanah Air agar bisa menikmati dukungan teknologi di sekolah-sekolah.
“Presiden mempunyai perhatian khusus kepada anak-anak kita di pedalaman-pedalaman, daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Bahwa Presiden punya keinginan agar sekolah-sekolah itu harus memakai teknologi, pakai layar. Jadi, mau tidak mau listrik harus kita masukkan,” ucap dia.
Baca Juga: Axioo Hype 7 AMD X8 dengan Keyboard Lega yang Nyaman Dipakai dengan Touchpad Presisi
Ia pun menerangkan ada dua model pasokan listrik yang dibangun pemerintah, salah satunya solar panel atau listrik tenaga surya.
“Sambil kita paralel untuk mendorong transisi energi dengan memakai tenaga surya. Ini juga kita lagi siapkan ke depan,” kata Bahlil.
Listrik Desa atau Lisdes merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menargetkan elektrifikasi 5.758 desa dan 1,2 juta rumah tangga.
Baca Juga: KDM Bantah Tudingan Menkeu Purbaya Simpan Dana Deposito Triliunan di Bank Indonesia
Program ini diprioritaskan bagi rumah tangga di desa-desa dengan ketertinggalan akses, tantangan geografis, dan kebutuhan sosial tertinggi.
Rasio elektrifikasi nasional telah mencapai sekitar 99,83% pada akhir 2024, sehingga Lisdes 2025-2029 difokuskan untuk menuntaskan kantong-kantong yang belum berlistrik. ***
Artikel Terkait
Kabareskrim Polri Bakal Tindak Tegas Polisi Terlibat Kasus Narkoba
Polri akan Miskinkan Pelaku TPPU Hingga Tidak Bisa Lagi Jalankan Bisnis Narkoba
Pemerintah Indonesia Siapkan 500 Ribu Naker Terampil akan Dikirim ke Luar Negeri
Raisa Layangkan Gugat Cerai Hamish Daud ke Pengadilan Agama Jaksel
Program PaLaBek: Inovasi Pertanian Terpadu di Sumatera Barat
Indonesia Jadi Pemimpin Global Aksi Iklim dan Restorasi Gambut Tropis
Polri Diminta Berantas Peredaran Pil Palsu Marak di Jual Bebas di Toko Online
Lisa Mariana Dicecar 44 Pertanyaan Diperiksa sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik RK
Bahlil Lahadalia Naikan Tunjangan Kinerja Pegawai Kementerian ESDM Capai 100 Persen
KDM Bantah Tudingan Menkeu Purbaya Simpan Dana Deposito Triliunan di Bank Indonesia