Dokter Tifa mengungkapkan, buku ini akan terbit dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Versi internasionalnya akan tersedia di Amazon dalam format cetak dan digital.
Baca Juga: Abraham Samad Dipastikan Hadir Diperiksa Polda Metro Jaya, Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
"Kami buat dalam dua versi bahasa Indonesia dan English, dan akan tersedia di Amazon untuk versi Englishnya," tambahnya.
Langkah ini disebutnya sebagai strategi agar hasil riset mereka dapat menjangkau pembaca lebih luas di seluruh dunia.
Dokter Tifa menegaskan, isi buku ini bukanlah serangan personal.
Baca Juga: Roy Suryo Cs Ajukan Penundaan Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Melainkan upaya menegakkan kebenaran berdasarkan metodologi riset yang ketat.
"Buku ini bukan penghakiman kepada seseorang, tetapi pembelaan terhadap
kebenaran. Serta perjuangan untuk membuat negara ini tumbuh dalam kejujuran, keadilan, dan kebenaran," katanya.
Baca Juga: Bertepatan Hari Pahlawan, Fadli Zon akan Umumkan Peluncuran Hasil Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
Ia bahkan menantang pihak yang tidak setuju dengan isi buku ini untuk membalasnya dengan karya riset tandingan.***
Artikel Terkait
Hotman Paris Akui Dihubungi Ratusan Penggemar Nikita Mirzani Minta Tangani Kasus Dugaan Pemerasan
Mensos Pastikan 15 Ribu Laptop bagi Siswa Sekolah Rakyat Segera Dibagikan
Jadi Korban yang Dirugikan serta Disenggol Karir dan Profesinya, Karina Kecewakan Pernyatan Managemen Ocean Dragon Ferry
Tim BAZNAS TB Bantu Evakuasi Korban Banjir di Kota Tangerang Selatan
Bertepatan Hari Pahlawan, Fadli Zon akan Umumkan Peluncuran Hasil Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
Roy Suryo Cs Ajukan Penundaan Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Abraham Samad Dipastikan Hadir Diperiksa Polda Metro Jaya, Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Era Jokowi Lebih dari Rp1 Triliun
KPK Segera Telusuri Pemberi Perintah Perubahan Kuota Haji 2024
Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Prada Lucky Kini Bertambah Jadi 20 Orang