KLIKREAD.COM, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengumumkan telah menyelesaikan proses analisis rekening dormant atau tidak aktif.
Hal ini telah dilakukan bersama perbankan sejak 15 Mei 2025.
Proses tersebut rampung pada 31 Juli 2025 dengan menghasilkan peta risiko atas 122 juta rekening dormant.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Anggarkan Program Sekolah Rakyat Rp7 Triliun
“Proses di PPATK sudah selesai.
Selanjutnya, mekanisme aktivasi kembali sepenuhnya berada di masing-masing bank," ujar Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam keterangan resminya, Sabtu 9 Agustus 2025.
Menurut PPATK, peta risiko yang disusun mengelompokkan rekening dormant berdasarkan tingkat risiko.
Baca Juga: Mensos Tegaskan Pengunduran Diri 143 Guru, Tak Ganggu Pelaksanaan Sekolah Rakyat
Namun tanpa mengungkap informasi yang bersifat rahasia.
Peta ini akan menjadi acuan bagi regulator dan industri jasa keuangan dalam mengambil langkah perlindungan terhadap nasabah.
Sejumlah rekomendasi perbaikan penanganan dan mitigasi risiko penyalahgunaan rekening dormant juga telah diserahkan kepada otoritas terkait.
Baca Juga: PPATK Selesaikan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, Ini Hasilnya
Salah satunya, meminta pihak bank secara proaktif memperbarui data nasabah melalui kontak langsung.
PPATK menegaskan, kebijakan penghentian sementara rekening bukanlah hukuman atau penghapusan hak.
Artikel Terkait
Momen Prabowo Kunjungi Booth Anak Bangsa di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 di ITB
Viral di Medsos Mahasiswa UGM Kena Denda Buku Rp5 Juta, Pihak UGM Klarifikasi
Orang Tua Prada Lucky Marah dan Tuntut Pembunuh Putranya Dihukum Mati dan Dipecat dari TNI AD
Presiden RI Prabowo Subianto Dijadwalkan Bakal Resmikan 100 Batalyon dan 20 Brigif Baru TNI AD
KPK Pastikan Dalami Dugaan Aliran Suap Bupati Kolaka Timur ke Partai NasDem
Sri Mulyani Ungkap Alokasi Anggaran untuk Program Sekolah Rakyat 2025 Capai Rp7 Triliun
PPATK Selesaikan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, Ini Hasilnya
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Kematian Prada Lucky, Penyidik Masih Dalami Peran Masing-Masing
Mensos Tegaskan Pengunduran Diri 143 Guru, Tak Ganggu Pelaksanaan Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo Subianto Anggarkan Program Sekolah Rakyat Rp7 Triliun