Densus 88 Tangkap Pelajar SMA di Gowa Diduga Aktif Sebar Propaganda ISIS Melalui Grup WA

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 25 Mei 2025 | 15:27 WIB
Densus 88 mengindentifikasi remaja berusia 18 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga afiliasi ISIS./net
Densus 88 mengindentifikasi remaja berusia 18 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga afiliasi ISIS./net

KLIKREAD.COM, Gowa - Pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengungkap salah seorang pelajar SMA berusia 18 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga afiliasi ISIS.

Ia kerap menyebarkan konten ajakan membom rumah ibadah melalui group WhatsApp (WA).

"Terduga diketahui aktif dalam sebuah kanal komunikasi digital yang menyebarkan konten-konten berkaitan dengan ideologi ISIS.

Baca Juga: Mulai Bulan Depan, Presiden RI Prabowo Subianto Siapkan Insentif bagi Masyarakat

Termasuk ajakan melakukan aksi pengeboman terhadap tempat ibadah," ujar PPID Densus 88 AT Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana dalam keterangan tertulisnya, Minggu 25 Mei 2025.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan bahwa MAS mengelola dan aktif mengirimkan berbagai postingan dan tulisan yang berisi propaganda Daulah Islamiyah (ISIS) di grup WhatsApp bernama Daulah Islamiah yang dibuat sejak Desember 2024.

"Dalam kanal tersebut, terdapat diskusi terkait hukum penggunaan bom bunuh diri dalam konteks perang yang mencerminkan ajaran ekstremis ISIS," jelasnya.

Baca Juga: 147.748 Kartu Nusuk Telah Didistribusikan, 92 Persen JCH Telah Tiba di Tanah suci

Mayndra Eka mengatakan penangkapan terhadap MAS dilakukan di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 24 Mei 2025, pukul 17.20 WITA.

"Saat ini, MAS telah diamankan untuk proses interogasi lebih lanjut serta pengembangan penyidikan.

Terduga anggota kelompok teroris yang aktif menyebarkan propaganda dan ajakan aksi teror melalui media sosial," ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Berlakukan Kembali Diskon Tarif Listrik 50 Persen pada Juni-Juli 2025

Terpisah, ibu MAS, SK mengaku selama ini tidak pernah curiga dengan aktivitas anaknya. Sebab anaknya tidak pernah keluar rumah hingga tidak pernah meninggalkan Sulawesi Selatan.

Sehingga kata SK dirinya heran anaknya bisa ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat jaringan terorisme.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X