Situs Kabuyutan Ciburuy di Garut, Situs Peninggalan Zaman Prabu Siliwangi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 29 September 2025 | 10:21 WIB
Batu Pangsujudan di Situs Kabuyutan Ciburuy Garut peninggalan Prabu Siliwangi./net
Batu Pangsujudan di Situs Kabuyutan Ciburuy Garut peninggalan Prabu Siliwangi./net

KLIKREAD.COM - Situs Kabuyutan Ciburuy terletak di Desa Pamalayan, Bayongbong, Kabupaten Garut merupakan situs peninggalan zaman Prabu Siliwangi

Di sini anda bisa berziarah dan meneliti kebudayaan dengan melihat benda-benda peninggalan sejarah.

Di daerah Situs Kabuyutan Ciburuy terdapat tiga buah rumah adat yang bernama bumi padaleman (tempat menyimpan benda-benda naskah kuno, daun lontar dan nipah).

Baca Juga: Peninggalan Bersejarah Stasiun Cibatu Garut Tempat Persinggahan Tokoh-tokoh Dunia dan Juga Artis Hollywood

Dan Bumi Patamon (tempat penyimpanan benda tajam seperti keris, kujang trisula, dan alat kesenian goong renteng).

serta juga Lumbung Padi atau “Leuit”, (tempat menyimpan bahan makanan terutama padi).

Alat kesenian goong renteng yang ditemukan di daerah ini merupakan cikal bakal dari kesenian degung yang ada sekarang ini.

Luas daerah Kabuyutan Kabuyutan Ciburuy ini sekitar satu hektar. Panorama indah serta suasana damai dengan udara yang sejuk akan dijumpai ketika kita berada di kawasan situs ini.

Baca Juga: Menelusuri Situs Sejarah Peradaban Kuno Candi Blandongan di Kabupaten Karawang

Setiap hari Rabu dan Minggu ke tiga bulan Muharam sekitar pukul 19.30 WIB, selalu diadakan upacara “seba”, yang merupakan upacara syukuran kepada orang-orang yang berkedudukan tinggi ilmu.

Dan juga wawasannya dengan disertai penyerahan sesuatu yang baik.

Syukuran upacara tersebut dihajatkan kepada Prabu Siliwangi dan Prabu Kian Santang sebagai tokoh atau pemuka masyarakat pada jaman dulu yang memiliki ilmu, wawasan dan kesaktian yang tinggi.

Baca Juga: Candi Jiwa Karawang Peninggalan Sejarah Peradaban Kerajaan Tarumanagara

Masyarakat sekitar secara rutin mengadakan upacara pencucian keris yang dilaksanakan setiap 1 Muharam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X