Candi Jiwa Karawang Peninggalan Sejarah Peradaban Kerajaan Tarumanagara

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 19 September 2025 | 11:27 WIB
 Candi Jiwa atau Batujaya I  di Karawang, Jawa Barat./net
Candi Jiwa atau Batujaya I di Karawang, Jawa Barat./net

KLIKREAD.COM, Jawa Barat - Candi Jiwa atau Batujaya I adalah peninggalan sejarah penting di Karawang, Jawa Barat, bagian dari Kompleks Percandian Batujaya.

Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-4 hingga ke-5 Masehi, menjadikannya candi Buddha tertua di Jawa dan bukti peradaban awal yang berkaitan dengan Kerajaan Tarumanagara.

Dimana Candi Jiwa merupakan salah satu candi peninggalan agama Budha yang bahkan umurnya diprediksi lebih tua dari Candi Borobudur di Magelang. 

Baca Juga: Mengenal Perjalanan Spritual Ulama Syekh Abdul Ghorib Tasikmalaya

Candi ini memiliki bentuk bujursangkar yang menyerupai bunga teratai tanpa pintu atau tangga, dan kini telah dipugar menjadi salah satu situs arkeologi dan wisata andalan Karawang.

Candi Jiwa disebut Candi Batujaya I memiliki sejarah yang cukup mistis, dulunya unur atau gundukan tanah yang menutupi candi tersebut dilewati oleh kambing.

Dan kambing tersebut mati tanpa sebab yang jelas disitu masyarakat sekitar menganggap tempat itu memiliki “Jiwa”.

Baca Juga: Safar Wadi Pamijahan Tasikmalaya, Gua Tempat Betapa Syekh Abdul Muhyi

Kematian hewan ini tidak hanya sekali, namun terjadi beberapa kali.

Situs ini ditemukan di tengah hamparan sawah dan merupakan bagian dari Kompleks Percandian Batujaya, sebuah kompleks luas yang diperkirakan memiliki 46 titik candi.

Struktur Candi Jiwa memiliki bentuk persegi menyerupai bunga teratai dengan lapak untuk Arca Sang Buddha di bagian tengahnya.

Baca Juga: Museum Galunggung Tasikmalaya Menyimpan Benda Bersejarah dan Kitab Kuno

Berbeda dengan candi lainnya, Candi Jiwa tidak memiliki anak tangga atau pintu masuk.

Candi ini dibangun dari lempengan batu bata, dan ukurannya sekitar 19 x 19 meter dengan tinggi sekitar 3,84 meter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X