Kemudian dibangun menjadi masjid kebanggaan masyarakat sekitar," ujar Haji Husein.
Seiring perkembangan waktu, Masjid Agung Al-Ikhlas Ciledug pernah mengalami renovasi besar-besaran sekitar tahun 2002 silam.
Masjid yang awalnya hanya satu lantai direnovasi menjadi tiga lantai dengan gaya arsitektur khas masjid klasik di Indonesia yang berkapasitas lebih dari 2.500 jemaah.
Baca Juga: Ki Hajar Dewantara Pelopor Pendidikan Mengabdi Mencerdaskan Bangsa Indonesia
Konsep masjid dibuat lebih modern dilengkapi ornamen khas arsitektur Timur Tengah seperti penambahan kubah, menara.
Bahkan terdapat hiasan kaligrafi di atap bangunan masjid utama tersebut.
Masjid Agung Al-Ikhlas Ciledug juga terus berkembang sampai sekarang.
Baca Juga: Riwayat Singkat Carolus Linnaeus, Ilmuwan Asal Swedia Sebagai Bapak Taksonomi dan Ekologi Modern
Saat ini, Masjid Agung Al-Iklhas Ciledug mempunyai program pengembangan dakwah melalui madrasah diniyah sampai pengajian rutin setiap pekannya.
Tidak heran, Masjid Agung Al-Ikhlas Ciledug masih menjadi primadona bagi masyarakat sekitar.***
Artikel Terkait
Tugu Pahlawan Menyimpan Sejarah Sepuluh November di Surabaya
Mengenal Sejarah Perbankan Indonesia Peninggalan Hindia Belanda di Museum Gedung De Javasche Surabaya
Mengenang Sejarah Asal Usul Terbentuknya Kota Surabaya Saat Berkunjung ke Museum Surabaya
Mengenal Riwayat Josef Mengele, Dikenal Tentara Nazi yang Lakukan Eksperimen Mematikan
George VI Sosok Raja Pejuang Britania Raya Memenangkan Perang Dunia II Melawan Jerman
Riwayat Singkat Carolus Linnaeus, Ilmuwan Asal Swedia Sebagai Bapak Taksonomi dan Ekologi Modern
Ki Hajar Dewantara Pelopor Pendidikan Mengabdi Mencerdaskan Bangsa Indonesia
Sejarah Singkat Megenang Pembumihangusan Bandung Lautan Api
Mengenal Peristiwa Megenaskan Terhadap 7 Jenderal pada Peristiwa G30S PKI
Mengenang Peristiwa 19 Tahun Lalu, Gempa Yogyakarta, Diantara Isu Tsunami dan Gunung Meletus