Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dan juga memperkuat ekonomi maritim di Batam khususnya masyarakat Rempang.
Selain itu, intervensi pembangunan diperkirakan mampu menyerap 414 tenaga kerja baru atau sekitar 14 persen dari total populasi.
Produksi perikanan pun ditargetkan naik dari 700 ton menjadi 800 ton per tahun.
Komoditas utama nelayan meliputi rajungan, teri, baronang, dan kerapu.
Untuk menunjang aktivitas nelayan, pemerintah merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas.
Diantaranya tangga berbaring, tambatan perahu, revetment, shelter menggantung ikan, docking perahu, gudang beku portabel, area drop zone.
Serta membangun shelter cool box, tower dan tangki air bersih, mushola, SPDN, area parkir, toilet umum, kios waserda.
Dan juga ruang genset, pusat kuliner, bangunan kantor, serta bale nelayan.
Baca Juga: Pelanggaran Keimigrasian di Perairan Kota Batam
Dalam kunjungan itu, hadir pula Kajari Batam, Kapolresta Barelang, jajaran BP Batam, staf ahli Pemko Batam Jefridin.
Serta juga hadir Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto, serta instansi terkait.***