KLIKREAD.COM, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin melihat kondisi keluarga korban ledakan amunisi afkir di Garut, Jawa Barat.
Ledakan tersebut menewaskan 13 orang dengan kebanyakan korban tewas merupakan warga sipil.
Korban warga sipil yang tewas meninggalkan anak-anak yang masih harus sekolah.
Baca Juga: Sesumbar Dedi Mulyadi Bisa Gaji Rp10 Juta Per KK Jika Jadi Gubernur Jakarta Dikecam Warganet
Keprihatinan Dedi terhadap anak-anak korban dengan spontan langsung diangkat anak oleh dirinya.
Saat itu Dedi melakukan kunjungannya dan sempat berbincang dengan keluarga korban ledakan Garut di RSUD Pameungpeuk.
Salah satu korban meninggalkan istri dan anak yang masih berusia 14 tahun.
Baca Juga: Akibat Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut, Dedi Mulyadi Janji Tanggung Biaya Kehidupan Anak Korban
"Ini Pak, maaf saya izin Pak, perwakilan dari Cidaun.
Ini yang korban itu, dua Pak, adik sama kaka, namanya Pak Iyus dan Pak Anwar.
"Untuk Pak Anwar, ini anaknya Pak (sambil menunjuk salah satu anak perempuan)," jelas salah satu keluarga korban.
"Berarti ini anaknya? "Berarti yatim sekarang?" tanya Dedi Mulyadi yang kemudian dijawab betul oleh keluarga korban.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Vasektomi Guna Menekan Angka Kelahiran dan Mengurangi Tingkat Kemiskinan
Dedi Mulyadi menanyakan status anak korban, yang masih bersekolah di SMA 5 Garut.