Ini akan dilaksanakan secara bertahap," katanya.
Dedi menekankan bahwa program barak militer bukan bertujuan untuk pendidikan militer, melainkan untuk mengembalikan kedisiplinan siswa.
Hal ini karena berbagai metode diterapkan dalam pembinaan tersebut.
"Yang punya metode bupati, ini pengelolaannya di bawah bupati dan Dandim, diawasi Danrem, Polri juga nanti mengawasi.
Baca Juga: Terkait Kebijakan Pendidikan Siswa Masuk Barak Militer, Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Komnas HAM
Jadi bagaimana mereka menghilangkan kebiasaan berkendaraan di bawah umur dan gadget," jelasnya.
"Ada tes psikologi, kesehatan, kecukupan gizi, dan lainnya sudah cukup. Ini menunjukkan kepada publik bahwa ini bukan pendidikan militer, tapi kedisiplinan agar siswa mau minum air putih, makan bergizi, mau berolahraga," kata Dedi lagi.
Kegiatan ini rencananya tidak hanya dilaksanakan di Sumedang, tetapi juga akan diterapkan di beberapa kabupaten/kota.
Dedi bahkan mendorong bupati dan wali kota untuk tidak ragu meniru langkah serupa.***