KLIKREAD.COM, Jabar - Badan Gizi Nasional (BGN) telah membekukan sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) ditutup sementara.
Hal ini menyusul temuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar.
Hal ini berimbas terhadap puluhan ribu siswa tak terima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penutupan sementara SPPG tersebut tertuang dalam surat BGN Nomor 2739/D.TWS/05/2026 pada 25 Mei 2026.
Baca Juga: Sampah Membludak, Pemko Bandung Ajukan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Sukabumi, Septo Suharyanto mengatakan, awalnya 12 SPPG yang ditutup sementara.
Namun setelah perbaikan, kini tersisa 11 SPPG yang belum beroperasi.
"Jadi sekarang total 11 SPPG karena satu SPPG Kota Sukabumi, Gunungpuyuh, Karangtengah sudah bisa beroperasional kembali," kata Septo, Senin 1 Juni 2026.
Dia menjelaskan, belasan SPPG tersebut awalnya menggunakan IPAL sederhana.
Namun setelah dilakukan peninjauan, IPAL tersebut tidak memenuhi standar dan kriteria.
"Pada saat awal SPPG berjalan menggunakan IPAL sederhana dan sekarang harus upgrade sesuai petunjuk teknis yang ramah lingkungan," ucapnya.
Berdasarkan penaksiran sementara, total ada kurang lebih 22 ribu penerima manfaat yang tidak bisa menyantap menu MBG di Kota Sukabumi.
"Secara umum sekitar 22.000 penerima manfaat belum bisa mendapatkan MBG," ungkapnya.
Artikel Terkait
Buntut Kericuhan di Tamansari Bandung, Polisi Tetapkan 6 Pelajar Jadi Tersangka
KDM Minta Polisi Usut Tunas Kerusuhan May Day 2026 di Tamansari Bandung
Lagi Susun Keputusan, Gubernur Dedi Mulyadi Tolak Buka Tambang Parungpanjang
Walikota Bandung Pastikan Sistem Baru dan Batas Dua Ship Sekolah pada SPMB
Tumbuh 5,79 Persen, BPS Sebut Ekonomi Jawa Barat Triwulan I 2026 Lampaui Nasional
Pura-pura Mau Beli Motor, Pelaku Berkedok Test Drive Bawa Kabur Motor Penjual
Sinergi Polres Bersama Pemkab Bogor Segel Tambang Emas Ilegal di Dua Kecamatan
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp750 Juta Bagi yang Nemukan Aman Yani Warganya di Indramayu
Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Presiden Prabowo Minta Bandara Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan Komersial
Sampah Membludak, Pemko Bandung Ajukan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar