Ia melanjutkan, pembangunan tidak hanya bertumpu pada perencanaan teknokratis pemerintah.
Tetapi harus menjawab kebutuhan nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.
“Di momentum ini, silakan masyarakat menyampaikan aspirasi.
Karena apa yang kita bangun hari ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Amsakar menjelaskan bahwa penyusunan rencana pembangunan di Batam dilakukan melalui berbagai tahapan.
Baca Juga: Menjelang Tahun 2045, Indonesia Siapkan 84 Juta Anak Memasuki Usia Produktik
Mulai dari reses anggota DPRD, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.
Serta penyusunan rencana kerja perangkat daerah yang disesuaikan dengan RPJMD Kota Batam.***
Artikel Terkait
Walikota Lis Segera Sampaikan Perda APBD 2026 Kota Tanjungpinang ke Gubernur Kepri
Pertunjukan Teater Bangsawan Dinilai Miliki Potensi Besar Jadi Daya Tarik Wisata Tanjungpinang
SMPN 1 Tanjungpinang Gelar Asesmen Talenta, Marzul Nilai Langkah Penting Kembangkan Potensi Peserta Didik
Pastikan Personel Tetap Prima, Sidokkes Laksanakan Penyuluhan Kesehatan dalam Ops Zebra Seligi 2025
Permudah Layanan Kesehatan Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Siapkan Dua RS Baru Pengganti RSUD
Menjelang Tahun 2045, Indonesia Siapkan 84 Juta Anak Memasuki Usia ProduktikĀ
Paparkan Program Strategis Daerah, Walikota Lis Dapat Dukungan Angaran Pusat Bangun Sejumlah Infrastuktur di Tanjungpinang
Perkuat Pengendalian Inflasi, Pemko Batam Rutin Laksanakan Operasi Pasar Murah
Polsek Bulang Melaksanakan Apel Gabungan Bersama UPIKA Kecamatan Bulang Perkuat Sinergi Kebersihan dan Kepedulian Sosial
Diguyur Hujan Lebat, Ratusan Warga Batam Tetap Urus Dokumen Administrasi Kependudukan di Kamtor Disdukcapil