Penulis: Nessya
Mahasiswa Untirta
PENCEGAHAN kekerasan harus dimulai sejak dini, dan sekolah dasar merupakan salah satu tempat paling strategis untuk melaksanakan edukasi ini.
Kegiatan edukasi pencegahan kekerasan yang dilaksanakan di SDN Kaloran Kidul Kota Serang pada 3 Mei 2025 menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dapat memahami konsep perlindungan diri jika diberikan informasi dengan pendekatan yang tepat.
Pertama, anak-anak terbukti mampu memahami konsep perlindungan diri melalui pendekatan ramah anak. Dalam kegiatan tersebut, metode seperti dongeng, bernyanyi, dan permainan edukatif digunakan untuk menyampaikan materi yang sensitif dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Baca Juga: Jangan Taro Lampu Gantung di Atas Tempat Tidur, Ini Akibatnya Menurut Ilmu Fengshui
Hasilnya, anak-anak tidak hanya antusias mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu menyebutkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan mengetahui kepada siapa harus bercerita ketika merasa tidak nyaman.
Ini menunjukkan bahwa edukasi seksual bukan hal yang tabu, melainkan penting untuk membangun kesadaran dan keberanian anak sejak usia dini.
Kedua, keterlibatan mahasiswa dan lembaga masyarakat seperti Yayasan Kakak Aman Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam persoalan sosial, sementara keberadaan lembaga yang fokus pada perlindungan anak memperkaya materi dan metode penyampaian.
Baca Juga: Menurut Orang China Memberi Nama Bayi Laki-laki harus Sesuai Feng Shui
Ini menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat.
Ketiga, edukasi semacam ini berdampak langsung terhadap keberanian anak untuk bersuara dan melindungi diri", sebagaimana terlihat dari keberanian mereka untuk bertanya dan menjawab selama kegiatan berlangsung.
Ini adalah langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya sadar akan hak tubuhnya, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk melindungi diri dan orang lain dari kekerasan.
Dengan demikian, kegiatan edukasi seperti ini bukan hanya bermanfaat, tetapi sangat mendesak dan perlu direplikasi di sekolah-sekolah lain.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Janjikan Rp 1 Miliar untuk Persib dari Kantong Pribadinya
Geram dengan Ulah Oknum Suporter yang Merusak Stadion GBLA, Dedi Mulyadi Singgung Barak Militer
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Keluarkan Aturan Jam Malam Bagi Pelajar
Dicap Pemimpin 'One Man Show', Begini Respon Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Mengaku 2 Kali Dapat Kiriman Ular Kobra di Gerbang Rumahnya
Saat Lagi 'Nganjang Ka Rakyat', Dedi Mulyadi Marah Besar di Subang Warga Bawa Spanduk Persikas
Update Musibah Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon, 14 Orang Meninggal Dunia
Dedi Mulyadi Cabut Izin dan Penutupan Permanen Tanah Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon
Sekolah Rakyat Juga Bakal Berdayakan Ekonomi Orang Tua Siswa
Terkait Insiden Longsor Tambang Galian C di Gunung Kuda, Polda Jabar Tindak Lanjuti Pencabutan IUP Tiga Perusahan Tambang