Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Sungai Beduk Ubah Lahan Tidur Jadi Ladang Pangan
Lis pun mendorong langkah konkret agar masyarakat lebih aktif membayar pajak.
Program pemutihan yang telah berjalan perlu dibarengi dengan inovasi lain yang memudahkan wajib pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan.
Sosialisasi, lanjutnya, juga harus diperluas dengan melibatkan perbankan sebagai mitra pembayaran.
Serta memanfaatkan baliho milik Pemko dan kanal media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Baca Juga: BU-SPAM Muai Tuntaskan Persoalan Air Bersih di Kawasan Stres Area
“Banyak kemudahan sudah disiapkan, tapi belum semua masyarakat akrab dengan teknologi.
Karena itu, pendekatan konvensional tetap penting. Yang utama, layanan kita harus cepat, nyaman, dan efisien,” tutupnya.
Artikel Terkait
Bangun Kemandirian Pangan, Polsek Galang Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Ladang Pangan Produktif
Satpol PP Dinilai Tak Mampu Tegakan Perda, Masyarakat Tetap Buang Sampah Sembarangan
Agar Program Bantuan Tepat Sasaran, Wawako Minta Camat Segera Sampaikan Perbaharui Data Kependudukan
Amsakar Gesa Terapkan Program 0 Persen bagi Pelaku UMKM di Kota Batam
Tumbuhkan Minat Baca, Ketua TP PKK Kota Batam Sarankan Anak Didik Perlu Dibawa Mendongeng
Pembangunan Flyover Simpang Kota Piring Dinilai Solusi Mengurai Kemacetan Lalu Lintas
BU-SPAM Muai Tuntaskan Persoalan Air Bersih di Kawasan Stres Area
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Sungai Beduk Ubah Lahan Tidur Jadi Ladang Pangan
Disbudpar Tanjungpinang Usulkan Enam Tradisi Budaya Tanjungpinang Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Wawako Ajak Masyarakat dan LAM Bangun Kota Tanjungpinang Berbasis Budaya