Wawako Ajak Masyarakat dan LAM Bangun Kota Tanjungpinang Berbasis Budaya

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Sabtu, 12 April 2025 | 15:11 WIB
Foto bersama acara halal bihalal keluarga besar LAM Kepri Kota Tanjungpinang digelar di Balairung LAM, Jumat 11 April 2025. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang)
Foto bersama acara halal bihalal keluarga besar LAM Kepri Kota Tanjungpinang digelar di Balairung LAM, Jumat 11 April 2025. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang, Raja Ariza, ajak masyarakat dan LAM bangun Kota Tanjungpinang berbasis budaya.

Begitu pula pada momen Syawal ini, Wawako juga mengajak umat Muslim dijadikan sebagai ajang refleksi diri sekaligus memperkuat tali silaturahmi melalui tradisi saling memaafkan.

Ajakan Wawako ini disampaikan saat menghadiri acara halal bihalal keluarga besar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Tanjungpinang, yang digelar di Balairung LAM, Jumat 11 April 2025.

Baca Juga: Disbudpar Tanjungpinang Usulkan Enam Tradisi Budaya Tanjungpinang Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

Menurut Wawako, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

"Kita patut bersyukur telah diberi kesempatan menunaikan ibadah Ramadan. Kini saatnya kita lanjutkan dengan mempererat silaturahmi di bulan Syawal," ujarnya.

Raja Ariza juga mengajak masyarakat untuk menjaga tradisi halal bihalal sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sosial dan budaya yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya peran strategis LAM sebagai penjaga adat istiadat dan nilai-nilai luhur Melayu.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Sungai Beduk Ubah Lahan Tidur Jadi Ladang Pangan

Menurutnya, keberadaan LAM sangat berperan dalam membimbing arah kehidupan masyarakat agar tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal.

"Pemko Tanjungpinang siap bersinergi dengan LAM. Kita ingin membangun kota ini tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga melalui kekuatan karakter dan budaya," kata Raja Ariza.

Ia menambahkan, sebagai Bunda Tanah Melayu, Tanjungpinang memiliki kekayaan nilai yang menjadi modal sosial penting.

Kota ini, lanjutnya, harus terus menjadi contoh dalam menjaga toleransi, keberagaman, dan semangat gotong royong lintas suku dan agama.

Baca Juga: Pembangunan Flyover Simpang Kota Piring Dinilai Solusi Mengurai Kemacetan Lalu Lintas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X