KLIKREAD.COM - Bertepatan dengan kegiatan Pengabdian Prodi Administrasi Publik (PADI AP) hari Jumat tanggal 11 Agustus 2023 bertempat di SDN Kadukacapi Desa Tanjungsari Kec. Pabuaran Kab. Serang, Tim Dosen yang terdiri dari Kaprodi AP Dr. Arenawati, M.Si; Yeni Widyastuti, M.Si; Dr.Rina Yulianti M.Si; Tiwi Rizkiyani, MA dan Sierfi Rahayu, M.AP melaksanakan kegiatan “Stop Bullying”.
Kagiatan pengabdian pada masyarakat ini menjadi bagian tugas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian serta Pengabdian pada Masyarakat.
Sasaran kegiatan adalah anak-anak kelas 4 dan kelas 5 di sekolah ini, dengan tujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada anak-anak terkait bullying.
Baca Juga: Telkom University Jakarta Membuka Loker Terbaru Dosen Akademisi & Praktisi, Cek Persyaratan Umumnya!
Himpunan Mahasiswa Prodi Administrasi Publik (HIMA AP) mengagendakan kegiatan rutin pengabdian pada masyarakat, sebagai bagian dari penerapan ilmu yang selama ini telah mereka dapatkan di kampus untuk memberikan manfaat bagi masyarakat lokasi pengabdian pada masyarakat yang dipilih biasanya di sekitar kampus Untirta dan untuk tahun ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari di Desa Tanjungsari, Kec.Pabuaran Kab.Serang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Kampus Untirta Sindangsari.
Kepala SDN Kadukacapi, H.Agus Basuki, S.Pd menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan mahasiswa dan tim dosen Prodi Administrasi Publik FISIP Untirta bahkan beliau mengikuti rangkaian acara sosialisasi dari awal hingga selesai.
Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP Untirta, Dr.Arenawati, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa bullying atau tindakan yang bentuknya penindasan atau kekerasan, yang dilakukan oleh satu orang atau lebih dengan sengaja yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi korban, adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak-anak di lingkungan sekolah.
Materi selanjutnya berkaitan dengan kategori perilaku yang termasuk bullying disampaikan oleh Yeni Widyastuti, M.Si yang disertai dengan pertanyaan awal yang disampaikan kepada anak-anak tentang apa yang mereka pahami dan ketahui terkait bullying.
Beberapa menyampaikan seperti siswa laki-laki umumnya melakukan bullying fisik misalnya memukul, mendorong, menendang dan sebagainya, sementara anak perempuan ada beberapa yang bercerita pernah dikucilkan atau dijauhi temannya (bullying social).
Baca Juga: Neymar Ingin Kembali ke Barca, Sergi Roberto: 'Biar Manajemen dan Pelatih yang Memutuskan'
Dr.Rina Yulianti, M.Si melanjutkan dengan memberikan hal-hal yang sebenarnya termasuk perilaku bullying namun anak-anak tidak menyadari seperti mengkritik di depan umum, mengejek teman atau menyindir.
Materi-materi awal ini disambut antusias oleh anak-anak diselingi dengan pembagian door prize bagi anak-anak yang berani menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat atau bercerita.
Terakhir Tiwi Rizkiyani, MA dan Sierfi Rahayu, MAP mengajak semua peserta untuk menyanyikan yel-yel Stop Membully Teman serta melakukan role play bekaitan dengan bagaimana interaksi pelaku dan korban bullying serta apa yang harus dilakukan ketika terjadi bullying.
Artikel Terkait
Contoh Soal dan Pembahasan Tes Intelegensia Umum TIU untuk Taklukkan Seleksi CPNS 2023, Yakin Lulus Tahun Ini
Wujudkan Generasi Cerdas, KKM Untirta Kelompok 55 Desa Warunggunung Laksanakan Program Mahasiswa Mengajar
Telkom University Jakarta Membuka Loker Terbaru Dosen Akademisi & Praktisi, Cek Persyaratan Umumnya!