Klikread.com - Industri perikanan di Indonesia cukup banyak, baik industri perikanan skala lokal maupun ekspor. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi perikanan budi daya di Indonesia sangat besar dan mencatat produksi tahun 2022 mencapai 16,87 juta ton (Tuter n.d.).
Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diproduksi di Banten. Ikan bandeng juga merupakan salah satu produk unggulan potensial ekspor khas Banten.
Sebagai salah satu produk unggulan maka kualitas yang tinggi menjadi sebuah keharusan. Kualitas produk ikan dapat terlihat dari kesegaran ikan tersebut.
Berdasarkan hasil survei di Daerah Banten menunjukkan bahwa pengrajin sate bandeng terkonsentrasi di wilayah Kotamadya dan Kabupaten Serang masing-masing sebesar 64% dan 36% dengan jumlah total 14 pengrajin. Sebanyak 71% usaha kerajinan sate bandeng merupakan mata pencaharian utama bagi pengrajin, sedangkan sisanya merupakan usaha sampingan.
Pelaku usaha kerajinan sate bandeng dengan usia lebih dari 41 tahun sebanyak 86% dengan lama usaha sudah mencapai lebih dari 20 tahun dan mampu menyerap tenaga kerja dalam skala industri rumah tangga yaitu antara satu sampai empat orang setiap pengrajin (Bantenku n.d.).
Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.
Salah satunya usaha Sate Bandeng yang merupakan khas Banten serta iconic di provinsi Banten. Pemilik dari usaha sate bandeng ini akrab dengan panggilan Kang Cepi sebagai pemilik dari UKM Awal Putra Mandiri.
Produk olahan ikan bandeng yang diproduksi oleh UKM Awal Putra Mandiri memiliki potensi untuk dikembangkan, antara lain (1) jumlah pelanggan sate bandeng tidak hanya dari wilayah Serang tetapi juga di luar wilayah Serang; (2) kualitas produk yang dihasilkan cukup baik karena tidak menggunakan bahan pengawet, serta telah memperoleh ijin dari Dinas Kesehatan dan lebel halal MUI; (3) adanya budaya untuk saling memberi oleh-oleh yang masih melekat di masyarakat; serta (4) trend konsumsi ikan yang terus mengalami peningkatan.
Dengan potensi tersebut maka dapat dimanfaatkan oleh UKM Awal Putra Mandiri untuk mengembangkan usahanya (Nurhidayani 2012).
Banyak manfaat dari mengonsumsi ikan bandeng yaitu baik untuk jantung, dapat mencegah penuaan dini, membantu mencegah anemia, membantu daya tahan tubuh, dapat memelihara Kesehatan mata, mengontrol tekanan darah, dan masih banyak lagi. Namun, dari banyaknya manfaat dari ikan bandeng tersebut akan sia-sia jika terdapat zat kimia terutama formalin.
Oleh karena itu, Tim Program Kemitraan Masyarakat yang diketuai oleh Bapak Yus Rama Denny, PhD. menyelenggarakan Program “Hibah Pengabdian Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat” di UMKM Sate Bandeng Kang Cepi, Serang, Banten, dengan Pemateri yakni bapak Fachrudin Perdana, S.Gz, M.Si. Kegiatan ini dilaksanakan agar pedagang UMKM dapat memahami dan mempelajari Food Safety and Food Quality sesuai dengan standar keamanan pangan internasional.
Artikel Terkait
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Jurusan PVTE FKIP Untirta Gelar Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE
Kelompok 6 PLP Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Manfaatkan Media Monopoli Teks dalam Pembelajaran
Paguyuban FHUI 98 Gelar Reuni Perak: 25 Tahun Alumni FHUI 98, Bakti untuk Negeri
10 Tips dalam Mengisi Tes Penalaran Matematika di UTBK SNBT 2024, Simak dan Pahami Agar Masuk PTN Idaman