opini

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB
ilustrasi

KLIKREAD.COM - Wacana usang pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali mencuat ke permukaan.

Pertanyaan besarnya, mengapa karpet merah untuk sistem yang pernah ditolak publik dan dibatalkan lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) ini kembali digelar?

Narasi ini kembali benderang saat Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam perayaan HUT Partai Golkar.

Baca Juga: Sepertinya Anda Harus Mencari Pinjaman untuk Ramalan Zodiak Cancer Kamis, 25 Desember 2025

Sang Presiden menyitir praktik di Malaysia, Inggris, Australia, Kanada, dan India, di mana kepala daerah dipilih oleh parlemen lokal (DPRD) dengan dalih efisiensi anggaran.

Bak gayung bersambut, Partai Golkar dan PKB pun mengamini titah tersebut.

Namun, menyamakan Indonesia dengan kelima negara tersebut adalah sebuah kekeliruan fundamental.

Baca Juga: PT Salesindo Cendratama Buana saat Ini Membuka Lowongan Kerja untuk Posisi Crew Store Area Batam

Pemilihan kepala daerah oleh parlemen di negara-negara tersebut bukan dilatari oleh kalkulasi hemat pangkal kaya, melainkan konsekuensi logis dari bentuk dan sistem pemerintahan yang termaktub dalam konstitusi mereka.

Anatomi Struktur Negara

Jumlah jenis pemilu di sebuah negara bukan ditentukan oleh selera penguasa, melainkan oleh lima pilar struktur negara.

Baca Juga: AEON Credit Service Indonesia saat Ini Membuka Lowongan Kerja Dibutuhkan Segera Field Collection di Area Batam

Bentuk negara (monarki atau republik), susunan negara (kesatuan atau federasi), bentuk pemerintahan (parlementer atau presidensial), sistem perwakilan (unikameral atau bikameral), dan sistem desentralisasi.

Atas dasar itulah, Amerika Serikat menggelar enam jenis pemilu, Filipina sepuluh, dan Indonesia tujuh.

Halaman:

Tags

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB