Barada E Beberkan Skenario Ferdy Sambo Soal Penembakan Brigadir J: Bapak Menangis tapi Marah

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Selasa, 13 Desember 2022 | 21:44 WIB
Dalam sidang lanjutan, Barada E Beberkan Skenario Ferdy Sambo Soal Penembakan Brigadir J: Bapak Menangis tapi Marah (Tim WartaPesona)
Dalam sidang lanjutan, Barada E Beberkan Skenario Ferdy Sambo Soal Penembakan Brigadir J: Bapak Menangis tapi Marah (Tim WartaPesona)

KLIKREAD.COM- Saksi Richard Eliezer alias Bharada E membeberkan skenario atasannya bahwa Putri Candrawathi mendengar ucapan Ferdy Sambo soal skenario yang dibuatnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Awalnya, Richard mengaku diberitahu Ricky Rizal untuk naik ke lantai 3 rumah Ferdy Sambo.

Saat itu, Richard menyebutkan bahwa dirinya melihat Sambo di ruangan sedang menangis.

Baca Juga: SIP BANGET! Kunci Jawaban Games Shopee Tebak Kata Tantangan Harian Edisi Selasa 13 Desember 2022 Teks PELARUT

“Saya berdiri baru jalan, Ricky bilang, ‘Chad naik lift aja Chad’. Bang Ricky bilang. Saya masuk. Saya naik lift. Sampai lantai 3, pas pintu lift terbuka. Pintu ruangannya juga sudah terbuka dan sudah ada Pak FS di situ,” ujar Richard di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2022). Dikutip KlikRead.com dari PMJ News.

Kemudian Ferdy Sambo bertanya pada Richard apakah ia mengetahui peristiwa yang terjadi di Magelang, yang dijawab Richard tidak mengetahui.

“Tak lama ibu masuk duduk di samping pak FS. Bapak abis nanya itu nangis dulu. Baru abis bapak nangis saya kaget, baru dia (Sambo) bilang, ‘ibu sudah dilecehkan sama Yosua’. Abis itu nangis lagi. Saya kaget dengar itu,” ucapnya.

Baca Juga: TAMPIL BEDA! Bukan BBM dan Listrik, Mobil Ini Menggunakan Tenaga Surya

Richard mengatakan saat itu Sambo bercerita dengan sangat emosional, sehingga dirinya tidak berkata dan hanya diam saja.

“Baru dia setelah nanya nangis lagi, ibu Putri Candrawathi juga nangis pada saat itu, terus dia (Sambo) lihat ke saya, ‘Jadi memang kurang ajar anak itu. Dia sudah hina harkat dan martabat saya’. Dia pegang kerah bajunya, ‘enggak ada gunanya pangkat saya ini Chad kalau keluarga saya dibeginikan’,” papar Richard.

“Saya diam pada saat itu, serba salah juga, takut juga, Bapak menangis tapi marah, emosi. Jadi habis ngomong berhenti nangis lagi, baru dia ubah posisi agak maju, baru dia bilang ‘memang harus dikasih mati anak itu’, dia bilang gitu ke saya, saya diam saja,” sambungnya.

Baca Juga: ISTIMEWA! Yamaha R125 2023 Resmi Mengaspal, Tenaga Lebih Besar dari Honda CRF150L dan Yamaha Byson FI

Richard menyebut, saat itu Sambi mulai bercerita soal skenario yang dibuatnya terkait penembakan Brigadir J.

“Saya cuma diam. Baru dia (Sambo) bilang begini, 'Jadi gini Chad, lokasinya di 46 (Rumah Duren Tiga). Nanti di 46 itu ibu dilecehkan sama Yosua terus ibu teriak, kamu respon terus Yosua ketahuan, Yosua tembak kamu, kau tembak balik Yosua, Yosua yang meninggal’,” tutur Richard menirukan ucapan Sambo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X