Gedung Kramat 106 Menjadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Yuk Intip Sejarahnya

photo author
Khairul, Klik Read
- Rabu, 26 Oktober 2022 | 16:53 WIB
Gedung Kramat 106, gedung yang menjadi saksi bisu lahirnya ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 (direktorionlinemuseum)
Gedung Kramat 106, gedung yang menjadi saksi bisu lahirnya ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 (direktorionlinemuseum)

KLIKREAD - Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Momen yang menjadi akar pembentukan nasionalisme Indonesia yang digagas oleh para pemuda saat itu.

Sumpah Pemuda ini lahir dari kegiatan Kongres Pemuda II yang digagas oleh berbagai organisasi kepemudaan yang memiliki kesadaran akan nasib bangsanya.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2022 Yang Bisa Kalian Download

Nah, salah satu yang bisa kita ingat selain ikrar Sumpah Pemuda, kita juga bisa mengingat kembali gedung tempat Kongres Pemuda II diadakan. Karena gedung itu merupakan saksi bisu dari peristiwa bersejarah tersebut. 

Sekarang kita intip yuk, sejarahnya gedung tersebut yang saat ini berada di Jalan Kramat Raya No. 106 Jakarta. Gedung ini juga dikenal dengan nama Gedung Kramat 106 atau Museum Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda 1928, Proses Penciptaan Nasionalisme Indonesia

Sebagai bangunan cagar budaya, Gedung Kramat 106 ini memiliki catatan sejarah yang panjang. 

Pada awalnya gedung ini bernama Commensalen Huis pada tahun 1908. Menurut catatan sejarahnya seperti dilansir dari laman Museum Sumpah Pemuda, ini adalah rumah tinggal milik Sie Kong Lian. 

Baca Juga: Mengklaim Dirinya Sahabat Polisi, Nikita Mirzani Akhirnya Ditahan di Kejari Serang Kasus Pencemaran Nama Baik

Kemudian gedung ini disewakan dan ditempato oleh para pelajar-palajar Indonesia yang bersekolah di STOVIA (School tot Opeleiding van Inlandsche Arsten), atau sekolah tinggi kedokteran. Selain pelajar-pelajar dari STOVIA, ada juga pelajar dari Rechtschool atau sekolah tinggi hukum. Sehingga dikenallah dengan nama Commensalen Huis. 

Tidak sedikit mahasiswa yang tinggal disana, karena memang bentuknya seperti asrama yang agak besar. 

Baca Juga: Hukuman di Depan Mata, Eksepsi Terdakwa Putri Candrawathi Ditolak Pengadilan

Mahasiswa atau pelajar yang pernah tinggal disana antara lain, Mohammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi (Surabaya), Soerjadi (Jakarta), Assaat, Abu Hanifah, Abas, Hidajat, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana. 

Nama-nama diatas adalah nama-nama para pemuda yang ikut menggaggas lahirnya Sumpah Pemuda, salah satunya adalah Mohammad Yamin yang menuliskan ikrar Sumpah Pemuda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X