KLIKREAD - Beberapa bulan dan pekan terakhir, kinerja kepolisian mendapat sorotan dan sentimen negatif dari masyarakat.
Tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri kembali menurun dalam beberapa pekan terakhir sejak Tragedi Kanjuruhan Malang dan penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra gegara jual barang bukti narkoba.
Bahkan Presiden Jokowi pun mengingatkan Polri dan jajarannya agar memperhatikan kritikan dari publik. Sejak kasus Ferdy Sambo, menurut presiden, permasalahan di tubuh Polri sangat ruwet dan harus di reformasi.
Gaya hidup flexing sosial media para pejabat Polri dan keluarganya kerap mendapat sorotan tajam dari masyarakat Indonesia yang tingkat melek digitalnya sangat tinggi.
Namun, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tidak patah semangat dan terus bekerja memperbaiki institusi Polri dari dalam. Kapolri berani menindak tegas anak buahnya yang melanggar kode etik dan terlibat pidana.
Isu judi online dan mafia narkoba dalam tubuh kepolisian menjadi concern utama Kapolri dalam bersih-bersih internal. Sikap ketegasan Kapolri inilah yang kemudian membuat kepercayaan publik kembali muncul.
Baca Juga: Pidato Lengkap Presiden Jokowi Saat Mengumpulkan Pimpinan Polri Seluruh Indonesia di Istana Merdeka
Seperti di lansir dari laman PMJ News, Menko Polhukam, Mahfud MD, mengapresiasi langkah dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menangkap bandar judi online yang sudah DPO dan kabur ke luar negeri. Penangkapan dan pemulangan dari luar negeri, menurut Mahfud MD adalah hal yang tak mudah.
"Penangkapan bandar judi yang dicokot dari luar negeri karena lari ke sana, lalu diambil. Kan luar bisa," ujar Mahfud dalam video keterangan persnya, Sabtu (15/10/2022).
Baca Juga: Kapolri Tinjau Langsung Pemulangan Bos Judi Online Apin BK di Bandara Soekarno Hatta
Mahfud MD menyatakan, perlu kesungguhan hingga lobi antar lembaga kepolisian baik di Indonesia, imigrasi, lembaga kepolisian di negara tempat buronan ditangkap. Koordinasi yang baik itulah yang akan memudahkan kerja Polri dalam membawa tersangka judi online tersebut.
Namun, semua kemudahan dan kesulitan itu sudah bisa dilewati dan Polri behasil membawa bandar judi online ke Indonesia. Suatu pekerjaan yang tidak mudah jika dilihat dari banyaknya birokrasi dan kerja lapangan yang harus dijalani.