KLIKREAD - Berbagai pihak sudah banyak memberikan informasi mengenai akan adanya resesi global tahun 2023 nanti.
Isu resesi ini dibenarkan juga oleh World Bank dan IMF yang mengatakan bahwa resesi ekonomi secara global tahun 2023 adalah keniscayaan yang tidak bisa dielakkan karena masih berlanjutnya Konflik Rusia dan Ukraina.
Presiden Jokowi dalam sambutannya, seperti dilansir dari laman Setkab, Selasa (11/10) , di acara Investor Daily Summit, di JCC Senayan, mengatakan bahwa, "Dengan situasi yang ada sekarang ini, negara mana pun dapat terlempar dengan cepat keluar jalur dengan sangat mudahnya, apabila tidak hati-hati dan tidak waspada, baik dalam pengelolaan moneter maupun pengelolaan fiskal. Apalagi setelah perang Rusia dan Ukraina, kita tahu pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan 3 persen, terakhir sudah diperkirakan jatuh di angka 2,2 persen. Inilah yang sering disampaikan, membayar harga dari sebuah perang yang harganya sangat mahal sekali."
Ancaman terhadap resesi ekonomi global adalah nyata bukan isapan jempol belaka jika tidak segera diantisipasi oleh setiap negara termasuk Indonesia.
Kemudian di acara yang sama, hari Rabu (12/10), Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan hal yang lebih ngeri lagi. Bahwa dengan kondisi Konflik Rusia dan Ukraina yang belum mereda, ancaman Perang Nuklir menjadi kian nyata, apalagi ditambah adanya ketidakpastian situasi ekonomi global paska pandemi Covid-19.
Baca Juga: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Masyarakat Harus Hati-hati Ada Cuaca Esktrem 9 hingga 15 Oktober
Menko Marinves kemudian menambahkan bahwa banyak informasi yang dia terima dari berbagai pihak, baik dari Eropa maupun dari Amerika sendiri yang mengatakan bahwa Konflik Rusia dan Ukraina belum ada tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat dan bahkan bisa memicu terjadinya perang nuklir.
Ketidakpastian global juga terjadi dikarenakan karena ekspor pangan, minyak bumi, dan gas Rusia dan Ukraina tidak menemukan kepastian. Sehingga ini bisa beresiko pada kelangkaan barang-barang dan energi di Eropa.
Bahkan, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan kemungkinan nyatanya Perang Nuklir adalah kemunculan Kapal Selam Rusia Belgorod di Arktik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.
Baca Juga: Misteri Kecamatan Bayah, Jalur Darat Paling Penting di Zaman Belanda dan Sering Terjadi Gempa
Kemunculan Kapal Selam yang bertenaga nuklir tersebut seolah menjadi isyarat kian nyatanya ancaman Perang Nuklir tersebut. Ketidakpastian ekonomi global, resesi ekonomi, dan ancaman Perang Nuklir, adalah masalah nyata yang akan dihadapi dunia satu tahun kedepan, dan akan mengganggu dunia investasi.***