Misteri Kecamatan Bayah, Jalur Darat Paling Penting di Zaman Belanda dan Sering Terjadi Gempa

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:04 WIB
Pantai Gua Langir, Kecamatan Bayah, Lebak yang masih asri dan bersih. (Hudaya/Bantenraya.com)
Pantai Gua Langir, Kecamatan Bayah, Lebak yang masih asri dan bersih. (Hudaya/Bantenraya.com)

KLIKREAD - Dua hari yang lalu, tepatnya Minggu, 9 Oktober 2022 sekira pukul 17.00 WIB wilayah Bayah diguncang gempa bumi 5,5 magnitudo.

Guncangan gempa bumi yang berpusat di Bayah ini terasa hingga Pandeglang, Serang, dan Tangerang.

Bayah memang merupakan wilayah paling rawan gempa bumi, beberapa kali pusat gempa berasal dari sana.

Baca Juga: Bukan Recehan! Mas Kawin yang Diberikan Rizky Billar pada Lesti Kejora Total Miliaran, Nggak Nyangka KDRT

Bayah adalah salah satu kecamatan di Lebak, Pantai Sawarna yang terkenal masuk ke kecamatan ini.

Selain wisata alam terutama pantai yang eksotis, Bayah menyimpan potensi sumber daya alam yang luar biasa.

Di Bayah, terdapat salah satu pabrik semen yang berdiri di pinggir pantai dan memiliki dermaga sendiri, yaitu PT Gama.

Tak banyak yang tahu tentang asal-usul Bayah, menurut beberapa tokoh atau sesepuh, siapap pun tak diperbolehkan mengetahui asal-usul pendiri Bayah.

Baca Juga: WOW! Inspirasi Desain Dapur Terbuka, Pencahayaan Merata, Jadi Betah Berlama-lama

Berdasarkan sejarahnya yang dikutip Klikread dari KabarBanten.com, kata “Bayah” merupakan sebuah sebutan yang diambil dari organ tubuh yang berarti “Paru”, yang secara harfiah berarti tempat bernafas.

Namun, penjabaran dari kata Bayah ini sangat luas jika dikaitkan dengan kehidupan manusia, khususnya yang mempunyai organ sebagai salah satu penunjang kehidupan.

Bukti fisik tentang adanya pendiri Bayah, sampai sakarang masih ada dan masih tetap dilestarikan dan dirawat keutuhannya.

Bukti fisik tersebut adalah berupa sebuah goong (gong) berwarna emas lengkap, dengan pemukul dan beberapa alat ritual lain.

Peralatan ini setiap bulan purnama, tepatnya tiap malam 14 bulan Hijriyah akan ditabuh (dipukul) dalam suatu upacara adat ritual.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X