KLIKREAD - Gunung Anak Krakatau merupakan gunung aktif, jika meletus dampaknya tentu tak bisa dibayangkan.
Bahkan Gunung Anak Krakatau ini beberapa kali dalam status siaga dan waspada.
Jika Gunung Anak Krakatau sudah berstatus siaga dan waspada, tentu masyarakat pun merasa waswas.
Beberapa destinasi wisata di Anyar dan Carita merasakan dampak dari status Gunung Anak Krakatau.
Apalagi sejak tsunami beberapa tahun lalu, kondisi pantai di Anyar dan Carita begitu sepi.
Baca Juga: BMW CE 04 Resmi Diluncurkan, Intip Fitur Supercanggih Skuter Listrik Pabrikan Jerman Ini
Saat ini memang sudah normal dan ramai kembali, namun adanya gunung aktif Gunung Anak Krakatau tetap jadi perhatian.
Gunung Anak Krakatau menyimpan banyak misteri, termasuk cerita horor di dalamnya.
Jika meletus seperti ibunya, tentu saja Gunung Anak Krakatau bakal menimbulkan luka seperti yang pernah ibunya lakukan.
Dilansir dari Pandeglangnews.co.id, Prabu Rakata ini memiliki dua orang putra yang bernama Raden Sundana dan Raden Tapabaruna.
Saat itu Jawa dan Sumatera masih menjadi satu bagian, belum terpisah laut seperti saat ini.
Baca Juga: Enggak Pakai Ribet, Cukup Cek di Sini! Daftar Harga Terbaru Sepeda Motor Kawasaki
Raja kemudian berniat untuk menyepi, dan bermaksud untuk membagi wilayah kerajaan menjadi dua untuk dibagi adil kepada kedua putranya.
Hal ini untuk menghindari perselisihan di antara kedua putranya, yakni Raden Sundana dan Raden Tapabaruna.
Artikel Terkait
Cerita Horor Mencekam di Bendung Pamarayan, Orang Asing Tidak Boleh Datang Sembarangan
Cerita Horor Macan Gaib yang Disebut-sebut Sebagai Penghuni Benteng Surosowan Banten Lama
Cerita Horor Lawang Taji Pandeglang, Disebut-sebut Gerbang Kerajaan Jin, Ada Suara Aneh di Hari Tertentu
Cerita Horor di Pulau Kubur, Banten, Permakaman Belanda yang Bikin Pemancing Merinding