Misteri Kecamatan Bayah, Jalur Darat Paling Penting di Zaman Belanda dan Sering Terjadi Gempa

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:04 WIB
Pantai Gua Langir, Kecamatan Bayah, Lebak yang masih asri dan bersih. (Hudaya/Bantenraya.com)
Pantai Gua Langir, Kecamatan Bayah, Lebak yang masih asri dan bersih. (Hudaya/Bantenraya.com)

Baca Juga: Raih Karier Cemerlangmu! Lowongan Kerja senior product design Oktober 2022 di PT Mega Kapuas Dinamik Jakarta U

Konon, suara atau gemanya terdengar sampai ke Hanoyan atau suatu daerah yang terletak di Kabupaten Pandegelang.

Hanoyan inilah yang merupakan cikal bakal peralihan/tempat perpindahan orang Bayah di masa yang akan datang.

Sama halnya dengan beberapa wilayah di Banten, Bayah merupakan wilayah kasepuhan yang memiliki semacam struktur organisasi pemerintahan.

Kasepuhan Bayah memliki beberapa Sub Kasepuhan, di antaranya Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Ciherang, dan Kasepuhan Citorek.

Namun, wilayah kasepuhan Bayah tidak seperti kasepuhan-kasepuhan lain yang diperkenalkan kepada khalayak ramai.

Baca Juga: Daftar Yuk! Lowongan Kerja Customer Service Oktober 2022 di PT Mega Kapuas Dinamik Tangerang, Gaji Rp4,9 Juta

Menurut beberapa tokoh masyarakat Kasepuhan Bayah, ternyata memang sengaja tidak diekspos dengan alasan amanah dari para sesepuhnya yang memang demikian.

Wilayah Kasepuhan Bayah sangat tinggi nilainya dan tidak akan dikomersialisasikan seperti kasepuhan-kasepuhan lain di Banten.

“Nanti suatu saat kita akan tahu kenapa hal ini dilarang!” demikian dituliskan dalam sejarah desa yang diunggah di bayahbarat-lebakkab.desa.id.

Di daerah ini, terdapat tugu yang terletak di jantung Ibukota Kecamatan Bayah yang dijadikan bukti jejak Tan Malaka yang menyamar dengan nama Iljas Hussein sekira 1943.

Saat itu sedang dibangun jalur kereta api sepanjang 89 kilometer dari Saketi di Pandeglang menuju tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan hingga Maret 1944.

Baca Juga: TERBARU! RS Premier Bintaro Buka Lowongan Kerja Oktober 2022 Posisi Maintenance Staff

Pada zaman itu, sepanjang jalur Bayah hingga ke Pelabuhan Banten terbentang rel kereta, yang kini tinggal tanggul-tanggul jembatan saja.

Jalur kereta api itu, untuk mengangkut hasil bumi dan kekayaan alam dari Bayah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X