Konon, suara atau gemanya terdengar sampai ke Hanoyan atau suatu daerah yang terletak di Kabupaten Pandegelang.
Hanoyan inilah yang merupakan cikal bakal peralihan/tempat perpindahan orang Bayah di masa yang akan datang.
Sama halnya dengan beberapa wilayah di Banten, Bayah merupakan wilayah kasepuhan yang memiliki semacam struktur organisasi pemerintahan.
Kasepuhan Bayah memliki beberapa Sub Kasepuhan, di antaranya Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Ciherang, dan Kasepuhan Citorek.
Namun, wilayah kasepuhan Bayah tidak seperti kasepuhan-kasepuhan lain yang diperkenalkan kepada khalayak ramai.
Menurut beberapa tokoh masyarakat Kasepuhan Bayah, ternyata memang sengaja tidak diekspos dengan alasan amanah dari para sesepuhnya yang memang demikian.
Wilayah Kasepuhan Bayah sangat tinggi nilainya dan tidak akan dikomersialisasikan seperti kasepuhan-kasepuhan lain di Banten.
“Nanti suatu saat kita akan tahu kenapa hal ini dilarang!” demikian dituliskan dalam sejarah desa yang diunggah di bayahbarat-lebakkab.desa.id.
Di daerah ini, terdapat tugu yang terletak di jantung Ibukota Kecamatan Bayah yang dijadikan bukti jejak Tan Malaka yang menyamar dengan nama Iljas Hussein sekira 1943.
Saat itu sedang dibangun jalur kereta api sepanjang 89 kilometer dari Saketi di Pandeglang menuju tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan hingga Maret 1944.
Baca Juga: TERBARU! RS Premier Bintaro Buka Lowongan Kerja Oktober 2022 Posisi Maintenance Staff
Pada zaman itu, sepanjang jalur Bayah hingga ke Pelabuhan Banten terbentang rel kereta, yang kini tinggal tanggul-tanggul jembatan saja.
Jalur kereta api itu, untuk mengangkut hasil bumi dan kekayaan alam dari Bayah.
Artikel Terkait
Cerita Horor di Pulau Kubur, Banten, Permakaman Belanda yang Bikin Pemancing Merinding
Legenda Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda serta Cerita Horor Setelahnya
Cerita Horor Gantarawang: Negara Gaib di Kabupaten Serang, Paling Angker dan Seram
Cerita Horor Alas Purwo, Tempat Paling Angker dan Kramat, Hati-hati Saat Berkunjung ke Sana