KLIKREAD.COM, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto mengakui, sempat terjadi penjarahan atau pengambilan beras secara paksa di gudang Bulog Sibolga.
Hal ini dikarenakan para korban banjir bandang dan tanah longsor di Kota Sibolga sempat terisolasi dari bantuan logistik.
Akibat terisolasi usai sejumlah akses darat ke wilayah tersebut terputus.
Baca Juga: Akibat Akses Jalan Tertutup, Mendagri Sebut Bupati Aceh Tengah Tak Sanggup Tangani Bencana
Meski demikian, kata dia, peristiwa tak berlangsung lama karena kepolisian, TNI, dan para tokoh Forkopimda segera hadir di lokasi untuk menghentikan penjarahan.
Usai tertib, menurut dia, pemerintah pun membagikan stok beras di Gudang Bulog Sibolga.
"Masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah tadi sempat mengambil beras di Gudang Bulog.
Kemudian Forkopimda, Pak Kapolda, Pak Pangdam datang ke sana mengatur.
Baca Juga: Dinilai Dokumen Publik, Bonatua Silalahi Tolak Tawaran Ekslusif Lihat 9 Item Ijazah Jokowi
Jadi beras di gudang Bulog itu dibagikan kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah," ujar Suharyanto dikutip, Senin 01 Desember 2025.
Dia pun mengklaim proses pembagian stok beras di Gudang Bulog tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif.
Dia memastikan tak terjadi kekerasan atau tindak pemaksaan lainnya.
"Itu rata-rata ibu-ibu. Dan berakhir dengan kondusif. Ada videonya," kata dia.
Baca Juga: Presiden RI Prabowo Prioritaskan Bantuan Bencana ke Wilayah Terisolir