Vaksin ini menggabungkan DPT-HB-Hib dan IPV dalam satu suntikan, memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus.
Program heksavalen telah dimulai pada Oktober 2025 lalu di provinsi DIY, NTB, Bali, serta enam provinsi di Tanah Papua.
Dan direncanakan pelaksanaannya secara nasional pada tahun mendatang.
Baca Juga: Politisi PSI Ahmad Ali Berharap Kelak ada Jokowi Muda
Sementara KLB Polio Tipe 2 ini dimulai pada Oktober 2022, dengan kasus pertama dilaporkan dari Aceh.
Dalam dua tahun berikutnya, kasus juga ditemukan di delapan provinsi lain, termasuk Banten, Jawa Barat, dan provinsi-provinsi di Tanah Papua.
Indonesia merespons dengan dua putaran imunisasi tambahan polio menggunakan vaksin novel OPV-2 (nOPV2) dari akhir 2022 hingga triwulan ketiga 2024.
Secara paralel, Kemenkes mencatat peningkatan cakupan imunisasi rutin.
Persentase anak yang menerima dosis kedua vaksin polio inaktif (IPV) meningkat dari 63% pada 2023 menjadi 73% pada 2024.
Baca Juga: Mensos Klaim Penyaluran BLTS Rp 900.000 pada 12 Juta KPM Berjalan Lancar
Indonesia juga mencatat kemajuan signifikan dalam deteksi dan investigasi lumpuh layuh akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) pada anak-anak.
Kualitas surveilans AFP semakin baik melalui deteksi kasus lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen.***