nasional

Indonesia Dinilai Miliki Potensi Besar Jadi Pusat Produksi Elektronik di Asia Tenggara

Senin, 10 November 2025 | 18:48 WIB
Peserta FGD bersama Asosiasi PERPRINDO foto bersama./net

Serta ASISI (Asosiasi Teknisi Refrigerasi Dan Tata Udara) turut menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait tantangan di sektor industri elektronik.

Beberapa isu utama yang dibahas meliputi ketergantungan bahan baku impor, kurangnya dukungan riset dan inovasi, keterbatasan sertifikasi produk dan tenaga kerja.

Serta juhga perlunya regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Presiden RI Prabowo Segera Umumkan Soeharto dan 9 Tokoh Lainnya jadi Pahlawan Nasional

Sementara Ketua umum Perprindo menyoroti pentingnya pembinaan industri peralatan rumah tangga lokal agar mampu bersaing dengan produk asing melalui kebijakan insentif fiskal.

Dan juga keringanan bea masuk untuk bahan baku domestik.

Di sisi lain, perwakilan APITU Indonesia menekankan perlunya standarisasi tenaga ahli pendingin dan tata udara, sedangkan ASISI menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap sektor keamanan digital.

Baca Juga: Hasil Penggeledah Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72, Polisi Temukan Barang Bukti

Serta sistem integrasi elektronik yang menjadi fondasi infrastruktur industri masa depan.

Untuk itu, Darmadi Durianto menegaskan, hasil FGD ini akan menjadi bahan masukan strategis bagi Komisi VI DPR RI dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan industri nasional yang lebih berpihak kepada produsen lokal.***

 

Halaman:

Tags

Terkini