KLIKREAD.COM, Jakarta - Dalam upaya mempermudah proses distribusi makanan bergizi gratis (MBG), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyambut baik gagasan turut melibatkan dapur kantin sekolah.
Gagasan ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan skema model hybrid.
Selain MBG ini dimasak di dapur-dapur yang dibangun Badan Gizi Nasional (BGN), juga melibatkan kantin-kantin di sekolah.
Baca Juga: Inilah Kronologis Arogansi Anggota DPRD Sumut Cekik Pramugari di Pesawat Wings Air
Zulhas mengatakan skema hybrid itu merupakan bagian dari percepatan implementasi MBG di sekolah-sekolah.
Dengan skema hybrid itu hidangan MBG tidak dimasak secara terpusat di dapur yang dibangun BGN.
Tetapi juga bisa dilakukan di dapur atau kantin sekolah.
Cara ini bisa memudahkan proses distribusi. Karena satu dapur kantin sekolah, berfokus menyiapkan hidangan MBG di sekolah tersebut.
Baca Juga: Inilah Penyebab Lisa Mariana Ungkap Aib Skandal Perselingkuhannya dengan Ridwan Kamil
"Tentunya dapur-dapur kantin sekolah ini harus dicek dahulu bagus atau layak," ujar Zulhas.
Ia mengatakan, dalam pelaksanaan MBG nantinya perlu diperkirakan vokal poin atau penanggung jawab di tiap daerah.
Supaya bisa mengkoordinasikan jika ada hambatan di lapangan.
Sebelumnya Zulhas menyampaikan mulai Maret lalu sudah menyerap anggaran Rp2 triliun untuk MBG.
"Mungkin per bulan bisa menyerap anggaran Rp1 triliun sampai Rp2 triliun," katanya.