Lagi Viral di Medsos! Debt Collector Perampas Mobil Selebgram Kabur Usai Maki Polisi, Empat Orang Masih Buron

photo author
Dwi Muksin Yulianto, Klik Read
- Jumat, 24 Februari 2023 | 11:36 WIB
Tiga orang oknum debt collector diringkus polisi usai aksinya merampas mobil Selebgram viral di medsos. (PMJ News/Fajar)
Tiga orang oknum debt collector diringkus polisi usai aksinya merampas mobil Selebgram viral di medsos. (PMJ News/Fajar)

KLIKREAD.COM- Tiga dari tujuh oknum debt collector yang merampas mobil Selebgram Clara Shinta viral di media sosial (medsos) diamankan polisi. Sementara, 4 orang lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi alias buron.

Dalam video yang viral di medsos tersebut, tampak seorang anggota Bhabinkamtibmas dibentak oleh debt collector saat menengahi permasalahan antara dua pihak.

Anggota tersebut menyarankan untuk menyelesaikan masalah di Polsek terdekat, namun ditolak oleh debt collector dengan membentak.

Baca Juga: Loker Terbaru Staf Sekretaris dan Administrasi di Universitas Prasetiya Mulya Tangerang Banten, Cek di Sini Ya

Empat oknum debt collector yang masuk dalam DPO, yakni Erick Johnson Saputra Simangunsong, Brian Fladimer, Jemmy Matatula, dan Yondri Hehamahwa.

Pria yang dalam video viral berkaus garis-garis putih biru dongker yang memaki Aiptu Evin dan membawa lari mobil Clara Shinta diketahui adalah Erick Johnson Saputra Simangunsong.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut, 4 DPO yang tampak gagah dalam video sekarang malah melarikan diri, dan seluruhnya sedang dikejar semua.

“Saya ingin berpesan pada empat orang ini yang preman berkedok debt collector ini, kemarin kayaknya gagah sekali gitu ya, gagah, serem gitu ya, sekarang kok lari terbirit-birit. Kemarin macan sekarang jadi kucing,” ujar Hengki, Jumat (24/2/2023), dilansir dari PMJ News.

Baca Juga: 2 Jutaan! Harga dan Spesifikasi HP Xiaomi Redmi Note 11, Tampilan Mewah dengan Chipset Qualcomm Snapdragon 680

Lebih lanjut, Hengki menegaskan, penindakan preman berkedok debt collector harus digalakkan guna menciptakan efek jera serta agar tidak ada lagi aksi premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya DKI Jakarta.

“Jadi pesan kami segera menyerahkan diri, kemana pun kami kejar. Kalau melawan kami tindak lebih keras lagi sebagai bahan pelajaran,” ucapnya.

“Kami menciptakan efek deterens, efek jera kepada spesialis buat pelaku-pelaku ini, dari pelaku maupun yang belum tertangkap maupun secara generalis, nggak ada preman-preman lagi yang beraksi di DKI Jakarta khususnya,” jelasnya.***

Baca Juga: Yakin Gak Bakal Nyesel! Honda Vario 125, Skuter Matic Sporty dengan Spesifikasi Sistem Injeksi PGM-Fi, Segini

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi Muksin Yulianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X