“Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat.
Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan,” lanjut politisi yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri ini.
Baca Juga: Polri Kebut Penanganan Dampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Wilayah Sumatra
Selain anggaran negara, Sugiono menyoroti tingginya ongkos politik yang harus ditanggung calon kepala daerah dalam mekanisme pemilihan langsung.
Menurutnya, biaya pencalonan dan kampanye yang sangat besar berpotensi menghambat individu yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin daerah.
“Biaya kampanye untuk seorang calon kepala daerah, kita terbuka saja, itu angkanya prohibitif. Mahal.
Baca Juga: Tiga Orang Tewas, Kapal Rombongan Camat dan Relawan Tenggelam di Selat Makassar
Dan ini yang juga kita harus evaluasi, kita harus cari bagaimana supaya orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan mengabdi kepada masyarakatnya, mengabdi kepada bangsa dan negara itu.
Namun bisa maju tanpa harus dihalang-halangi oleh angka dan biaya kampanye yang luar biasa,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Kementerian dan Lembaga Tidak Libur Tetap Fokus Tangani Bencana Hingga Pulih
Berisiko Persempit Partisipasi Rakyat, Gerakan Rakyat Tolak Usulan Pilkada Melalui DPRD
Arus Penumpang Nataru 2025/2026 H-1 Capai 962 Ribu, Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Optimal
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh
Tiga Orang Tewas, Kapal Rombongan Camat dan Relawan Tenggelam di Selat Makassar
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terus Berjalan
Polri Kebut Penanganan Dampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Wilayah Sumatra
Viral Patung Macan di Jatim yang Disebut Tidak Mirip, Pelaku Seni Bela Ini
Persembahan untuk Rakyat Indonesia, TVRI Pegang Seluluh Laga Hak Siar Piala Dunia 2026 Ditayangkan Secara Gratis
Bantuan Tanggap Darurat Bencana Sumatra Capai Rp100,4 Miliar, Ini Rinciannya