Alasan Efesiensi dan Pangkas Ongkos Politik, Tiga Partai Dukung Wacana Pilkada Dikembalikan Dipilih DPRD

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 29 Desember 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi. Anggota KPU sedang mengadakan simulasi Pilkada. (Dok. KPU)
Ilustrasi. Anggota KPU sedang mengadakan simulasi Pilkada. (Dok. KPU)

KLIKREAD.COM, Jakarta - Sebanyak tiga partai menyatakan dukungannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik gubernur, bupati, maupun walikota melalui mekanisme Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Partai tersebut diantaranya Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Seperti penilaian dari Partai Golkar PAN yang sebelumnya menyuarakan penghapusan pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkadasung).

Baca Juga: Bantuan Tanggap Darurat Bencana Sumatra Capai Rp100,4 Miliar, Ini Rinciannya

Meski PDI Perjuangan dan Partai Demokrat menolak keras usulan politik tersebut.

Sementara Partai Gerindra, Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menilai pilkada oleh DPRD merupakan opsi yang patut dipertimbangkan untuk diterapkan ke depan.

“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” sebut Sugiono, dikutip dari laman resmi Gerinda.

Baca Juga: Persembahan untuk Rakyat Indonesia, TVRI Pegang Seluluh Laga Hak Siar Piala Dunia 2026 Ditayangkan Secara Gratis

Salah satu alasan Sugiono, menyatakan dukungan tersebut adalah aspek efisiensi.

Ia menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD dapat memangkas berbagai tahapan yang selama ini melekat pada pemilihan langsung.

Yakni mulai dari proses dan waktu penjaringan kandidat, pelaksanaan pemilihan, hingga kebutuhan anggaran dan ongkos politik secara keseluruhan.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2015, dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah hampir mencapai Rp7 triliun.

Baca Juga: Viral Patung Macan di Jatim yang Disebut Tidak Mirip, Pelaku Seni Bela Ini

Angka tersebut kata dia, terus meningkat dan pada 2024 telah melampaui Rp37 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X