Kementrans Didorong Optimalisasi Kawasan Transmigrasi Dijadikan Lumbung Pangan Nasional

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 24 Desember 2025 | 16:20 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya./dok.gerindra
Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya./dok.gerindra

KLIKREAD.COM, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) didorong untuk mengoptimalkan kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi baru sekaligus lumbung pangan nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya (DWS) kepada wartawan Rabu 24 Desember 2025.

Danang menilai, program transmigrasi tidak hanya dipandang sebagai perpindahan penduduk dari wilayah padat ke daerah yang masih jarang penduduk.

Baca Juga: Presiden Prabowo akan Terima Uang dari Satgas PKH Rp6,6 Triliun, Hasil Penyelamatan Penertiban Kawasan Hutan

Tapi juga harus menjadi strategi besar negara mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan berkeadilan.

"Kawasan transmigrasi memiliki potensi luar biasa.

Jika dikelola dengan serius, kawasan ini bisa menjadi lumbung pangan nasional sekaligus pusat produksi baru yang berorientasi ekspor," kata Danang.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina per 23 Desember 2025, di Batam Lebih Murah dari Daerah Lain

Danang mengatakan, potensi kawasan transmigrasi belum digarap secara optimal.

Sementara sumber daya lahan, tenaga kerja, dan peluang pengembangan sektor pertanian serta agroindustri sangat besar.

Dengan dukungan modernisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur yang memadai, kawasan transmigrasi diyakininya dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

Dikatakannya, bahwa kawasan transmigrasi mampu menyumbang nilai ekspor menjadi lebih besar.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tiba-tiba Unggah Permintaan Maaf, Sontak Jadi Perhatian Warganet

Namun hal tersebut harus didorong oleh pemerintah khususnya Kementrans untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X