Lebih dari 530 pengungsi saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan di posko Kayee Jato.
Rumah mereka tersapu derasnya arus atau rusak parah akibat banjir bandang yang terjadi pada 25 November.
Sungai Teupin Mane, yang lokasinya tidak jauh dari posko pengungsian, masih mengalir deras karena wilayah Bireuen terus diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Begitu pula jembatan yang membentang sepanjang 30 meter dan menjadi akses utama untuk memulihkan kembali jalur darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.
“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan.
Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka,” ujar Prabowo di sela kunjungannya.
“Dari sini nanti, bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Pulihkan Kehidupan Warga Terdampak Bencana, Pemerintah Persiapkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Prabowo Perintahkan Tambahan Anggaran Jika Perlu, TNI–Polri Dibackup Penuh Tangani Bencana
Antisipasi Risiko Banjir bandang dan Longsor, Pemda dan masyarakat Diingatkan Perkuat Kesiapsigaan
Ancaman Longsor dan Banjir Bandang Meluas, Pakar UGM Ingatkan Waspada Risiko Musim Hujan
Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games: Sambil Mengurus Saudara Kita yang Terdampak Musibah, Kita Harus Tetap Kuat
Kisah Pilu Warga Desa Sekumur saat Air Setinggi 10 Meter Deras Menerjang Wilayahnya, Hanya Tersisa Bangunan Masjid
Gubernur Aceh Tegaskan Kepala Daerah Segera Mengundurkan Diri Jika Cengeng Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir Bandang
Beda Suara Gubernur Aceh dan Mendagri soal 3 Bupati Tak Sanggup Atasi Bencana: Dinilai Tak Bisa Mandiri hingga Dianggap Cengeng
Penanganan Bencana Bajir Bandang di Aceh, Presiden RI Prabowo Subianto Tinjau Sejumlah Titik Alami Kerusakan Parah
Musibah Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Mirip saat Aceh Dilanda Tsunami di 2004, Teringat Tulisan SBY