KPK Diminta Segera Audit Proyek Kereta Cepat Whoosh agar Tak Jadi Isu Politis

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:12 WIB
Mantan Presiden RI Joko Widodo usai mencoba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat mesih menjabat presiden, beberapa waktu lalu./net
Mantan Presiden RI Joko Widodo usai mencoba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat mesih menjabat presiden, beberapa waktu lalu./net

KLIKREAD.COM, Jakarta- Koordinator Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98, Hasanuddin, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penyelidikan terhadap perencanaan dan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Hal ini kata dia dalam upaya untuk menghindari persoalan tersebut tidak berkembang menjadi wacana politis yang kontraproduktif.

Menurutnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak sepatutnya dilihat secara negatif dan politis.

Baca Juga: Masih Proses Pemanggilan Saksi, KPK Bantah Ada Intervensi di Kasus Korupsi Kuota Haji

"Pembangunan infrastruktur transportasi strategis ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem mobilitas nasional.

Tentunya bertujuan mempercepat konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah," ujar Hasanuddin dikutip dari laman RMOL, Minggu, 19 Oktober 2025.

Hasanuddin mengatakan, penting untuk membedakan antara substansi pembangunan infrastruktur strategis dengan dugaan kelemahan dalam perencanaan dan pembiayaan proyek.

Baca Juga: DPR RI Dukung Penuh Langkah Menkeu Tindak Tegas Oknum Bea Cukai Penghambat UMKM

Jika terdapat indikasi perencanaan keuangan yang tidak profesional, penuh intervensi, atau menyebabkan pembengkakan biaya.

Maka hal tersebut kata dia, harus diselesaikan secara akuntabel melalui evaluasi menyeluruh dan audit investigatif yang independen.

"Untuk menghindari agar persoalan ini tidak berkembang menjadi wacana politis yang kontraproduktif, sebaiknya KPK atau Kejaksaan melakukan penyelidikan.

Tentunya mengevaluasi mendalam terhadap aspek perencanaan dan pembiayaan proyek," terang Hasanuddin.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Trasmigrasi Tiap Daerah, Kementrans Anggarkan Rp300 Miliar

Langkah tersebut kata Hasanuddin sangat penting untuk memastikan transparansi, menegakkan prinsip akuntabilitas publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X