Sementara, sekolah lainnya mendapatkan wadah berbahan plastik tipis dan mengandung bahan kimia berbahaya jika digunakan untuk makanan panas.
Hal ini menunjukan tidak adanya standarisasi layanan dalam pelaksanaan MBG.
Lebih jauh, kualitas makanan yang disediakan tidak memenuhi standar gizi minimal.
Itu mencakup segi kandungan protein, vitamin, maupun keragaman menu.
Terdapat temuan siswa di sekolah disajikan telur rebus yang tak layak dikonsumsi.
Baca Juga: Ratusan Ribu Jemaah Calon Haji se Indonesia Ikuti Bimbingan Manasik Haji Nasional
"Di beberapa sekolah, siswa bahkan membuang makanan karena rasa yang tak sedap," ucap Dewi.
Keempat, proses pembentukan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tidak transparan.
Dalam memenuhi target 3000 SPPI, pendaftaran calon SPPI malah menimbulkan serangkaian masalah, seperti nama calon peserta yang secara tiba-tiba hilang setelah dinyatakan lulus.
Baca Juga: Paula Verhoeven Hubungi Hotman Paris Terkait Tak Terima Putusan Hakim Selingkuh
Platform pendaftaran yang tidak informatif dan sering bermasalah, sampai pelaksanaan program SPPI yang sepenuhnya diintervensi oleh militer.
"Mengacu pada hal-hal di atas, Presiden Prabowo harus menunjukkan tanggung jawabnya dengan menghentikan proyek MBG," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Ustadz Abdul Somad Pamer Unggah Foto Ijazah Hingga S2
KAI Sediakan 13 Kereta Api Bersubsidi pada Libur Paskah
Paula Verhoeven Hubungi Hotman Paris Terkait Tak Terima Putusan Hakim Selingkuh
Ratusan Ribu Jemaah Calon Haji se Indonesia Ikuti Bimbingan Manasik Haji Nasional
Nathalie Holscher Tolak Permintaan Bupati Sidrap untuk Minta Maaf Terkait Hebohnya video Viral Saweran
Bareskrim Usut Laporan Ridwan Kamil Terkait Tudingan Hamili Lisa Mariana
Kemenkes Wajibkan Jemaah Haji 2025 Lakukan Vaksin Polio
Muhammadiyah Dinilai Turut Berperan Pertumbuhan Indonesia di Berbagai Sektor
Ini Alasan Revelino Tuwasey Akui Anak Bilogis Dikandung Lisa Mariana
Istana Bantah Ada Matahari Kembar di Pemerintahan, Terkait Jokowi Beri Arahan Sespimmen Polri