Guntur Romli Nilai Sikap Menteri Masih Menganggap Jokowi Bos Bisa Menimbulkan Loyalitas Ganda

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Kamis, 17 April 2025 | 11:21 WIB
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli

KLIKREAD.COM, Jakarta - Sikap beberapa menteri Prabowo Subianto yang masih menganggap mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masih dianggap bos terus mendapat sorotan dari berbagai politisi.

Kali ini Juru Bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli, menilai aktivitas sejumlah menteri Prabowo Subianto masih menyebut Jokowi sebagai bos akan menimbulkan loyalitas ganda.

Guntur Romli mengatakan, manuver sejumlah menteri tersebut tidak menciptakan 'matahari kembar'.

Baca Juga: Direktur Eksekutif IPO Sarankan Jokowi Sudahi Intervensi Prabowo, Contoh SBY dan Megawati

Sebab secara de facto dan de jure presiden saat ini adalah Prabowo Subianto.

"Maka sikap menteri-menteri itu lebih menunjukkan pada loyalitas ganda," ujarnya dikutip dari jawapos.com.

Oleh karenanya, Guntur menilai, mereka yang masih menganggap Jokowi adalah bosnya, tidak memiliki loyalitas 100 persen pada Presiden Prabowo Subianto.

Masih kuatnya loyalitas sejumlah menteri pada Jokowi, diduganya karena masih ada utang budi.

Baca Juga: Mahfud MD Nilai Prabowo Telah Sadari Pentingnya Peran Media Guna Perkuat Legitimasi dan Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah

"Bisa jadi karena merasa ada utang budi pada Jokowi, bisa jadi karena yang merekomendasikan mereka agar dipilih lagi menjadi menteri," jelasnya.

Fenomena loyalitas ganda, baginya bukan hal positif.

Sebab membuka potensi intervensi dari pihak mantan penguasa untuk terus cawe-cawe dalam pemerintahan saat ini. Misalnya demi kepentingan dan keuntungan pihaknya sendiri.

Jika berlanjut, Guntur khawatir loyalitas ganda ini bisa menyebabkan 'gerhana matahari politik'.

Baca Juga: Pangkas Disparitas Mutu Pendidikan, Kemendikdasmen akan Lakukan Perubahan Besar Tata Kelola Dunia Pendidikan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X