KLIKREAD.COM - Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi merupakan tempat yang sering digunakan kegiatan-kegiatan seremonial, dari mulai kegiatan pelajar, mahasiswa, sampai kedinasan.
Selain itu, ternyata bangunan ini memiliki sejarah sejak didirikan pada Tahun 1899, Gedung ini sering digunakan sebagai Societeit Soekamanah.
Gedung juang 45 Sukabumi dirancang dan dibangun oleh Arsitek A.F Aalbers dan Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker.
Baca Juga: Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera
Bangunan ini sempat dikuasai Jepang selama tiga tahun sejak 1942, setelah itu berhasil dikuasai rakyat Sukabumi untuk kemudian dijadikan markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR).
Gedung Juang 45 Sukabumi bukan sekadar bangunan tua ia adalah saksi bisu perjuangan rakyat Sukabumi dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Sebelum menjadi simbol perjuangan, gedung ini sempat difungsikan sebagai hotel bernama Hotel Victoria, milik pengusaha Jerman bernama AA Lenne alias Tuan Leni.
Baca Juga: Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang
Pada 21 Agustus 1945, hanya empat hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, rakyat Sukabumi merebut gedung ini dari tangan Jepang.
Gedung ini kemudian dijadikan markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan pusat koordinasi perjuangan melawan Belanda.
Gedung Juang 45 ini digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan amunisi selama masa perjuangan.
Baca Juga: Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang
Di halaman depan terdapat monumen bambu runcing, golok, dan senjata api sebagai simbol keberanian para pejuang.
Setelah kemerdekaan, gedung ini dialihfungsikan menjadi museum yang menyimpan berbagai benda dan dokumen sejarah perjuangan.