Kepulauan Riau Sangat Erat Hubungan dengan Malaysia, Alami 4 Transisi Pemerintahan

photo author
Eddy Supriatna, Klik Read
- Rabu, 9 April 2025 | 10:00 WIB
Komplek Makam Raja Hamidah (Engku Putri) di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau./net
Komplek Makam Raja Hamidah (Engku Putri) di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau./net

KLIKREAD.COM - Kepulauan Riau (Kepri) memiliki hubungan erat dengan Malaysia terutama menyoal Kesultanan Melayu yang banyak meninggalkan benda sejarah.

Seperti peninggalan Kesultanan Riau-Lingga adalah penerus dari Kemaharajaan Melayu Semenanjung Malaya.

Kerajaan ini merupakan penerus dari Kesultanan Johor yang pernah berdiri di Lingga.

Kesultanan Johor-Riau-Lingga-Pahang atau kemaharajaan melayu yang ke-10 saat itu dipimpin oleh sultan Mahmud Syah II (1685 - 1699).

Begitu pula Kerajaan Penyengat adalah pusat pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga yang berkedudukan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Asal Muasal Legenda Sei Ladi di Batam, Dulunya Bernama Danau Telaga Hantu

Pulau ini memiliki banyak peninggalan bersejarah, termasuk Masjid Raya Sultan Riau dan Istana Kantor.

Sementara Kepri merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang merupakan pecahan dari Provinsi Riau.

Dalam perjalanannya, Kepri telah menjalani 4 masa pemerintahan dimulai sejak dari Kesultanan Melayu, Kesultanan Riau-Lingga, Kolonial Hindia Belanda dan Pemerintahan Riau.

Masa Kesultanan Melayu

Masa Islam di Kepulauan Riau berkembang dengan berdirinya Kesultanan Johor, Sejarah Johor dimulai pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka.

Baca Juga: Harga Bahan Pangan di Tanjungpinang Stabil Usai Lebaran, Cabai dan Sayur Turun

Sebelumnya daerah Johor Dan Riau merupakan bagian dari Kesultanan Malaka, kemudian Malaka jatuh akibat penaklukan Portugis pada tahun 1511.

Berdasarkan Sulalatus Salatin, setelah wafatnya Sultan Malaka, Mahmud Syah tahun 1528 di Kampar, Sultan Alauddin Syah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X