KLIKREAD.COM - Kepulauan Riau (Kepri) memiliki hubungan erat dengan Malaysia terutama menyoal Kesultanan Melayu yang banyak meninggalkan benda sejarah.
Seperti peninggalan Kesultanan Riau-Lingga adalah penerus dari Kemaharajaan Melayu Semenanjung Malaya.
Kerajaan ini merupakan penerus dari Kesultanan Johor yang pernah berdiri di Lingga.
Kesultanan Johor-Riau-Lingga-Pahang atau kemaharajaan melayu yang ke-10 saat itu dipimpin oleh sultan Mahmud Syah II (1685 - 1699).
Begitu pula Kerajaan Penyengat adalah pusat pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga yang berkedudukan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Baca Juga: Asal Muasal Legenda Sei Ladi di Batam, Dulunya Bernama Danau Telaga Hantu
Pulau ini memiliki banyak peninggalan bersejarah, termasuk Masjid Raya Sultan Riau dan Istana Kantor.
Sementara Kepri merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang merupakan pecahan dari Provinsi Riau.
Dalam perjalanannya, Kepri telah menjalani 4 masa pemerintahan dimulai sejak dari Kesultanan Melayu, Kesultanan Riau-Lingga, Kolonial Hindia Belanda dan Pemerintahan Riau.
Masa Kesultanan Melayu
Masa Islam di Kepulauan Riau berkembang dengan berdirinya Kesultanan Johor, Sejarah Johor dimulai pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka.
Baca Juga: Harga Bahan Pangan di Tanjungpinang Stabil Usai Lebaran, Cabai dan Sayur Turun
Sebelumnya daerah Johor Dan Riau merupakan bagian dari Kesultanan Malaka, kemudian Malaka jatuh akibat penaklukan Portugis pada tahun 1511.
Berdasarkan Sulalatus Salatin, setelah wafatnya Sultan Malaka, Mahmud Syah tahun 1528 di Kampar, Sultan Alauddin Syah.
Artikel Terkait
Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat
Harga dan Stok Sembako Masih Stabil Usai Lebaran, dari Hasil Sidak Disdagin Tanjungpinang di Pasar Bintan Centre
Lis Cek Kehadiran Pegawai Lewat Apel Besama Usai Liburan Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri
Pemko Batam Gelar Apel Gabungan dan Halal Bihalal Guna Bangun Semangat Kerja Pasca Liburan Panjang
Amsakar-Li Claudia Gagas Taman Kota Instagramable di Baloi Indah
Harga Bahan Pangan di Tanjungpinang Stabil Usai Lebaran, Cabai dan Sayur Turun