Asal Muasal Legenda Sei Ladi di Batam, Dulunya Bernama Danau Telaga Hantu

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 9 April 2025 | 09:31 WIB
Fly Over diberi nama Laksamana ladi sebagai penghormatan terhadap pahlawan melayu Laksamana ladi./net
Fly Over diberi nama Laksamana ladi sebagai penghormatan terhadap pahlawan melayu Laksamana ladi./net

KLIKREAD.COM - Terdapat sebuah legenda di Batam bernama Danau Sei Ladi yang kerap sering dikaitkan pada istilah kisah mistik beredar di tengah masyarakat.

Bahkan nama danau ini dulunya cukup seram bernama Danau Telaga Hantu.

Nama Telaga Hantu sendiri menurut kepercayaan orang Melayu yang tinggal di Batam, karena dipercaya tempatnya berkumpulnya para hantu disana.

Apalagi kawasan Sei Ladi sendiri telah banyak menelan korban, dari mulai orang hilang saat lewat di kawasan itu, orang tenggelam saat mandi di danau tersebut hingga kerap muncul berbagai keanehan.

Baca Juga: Viral Agung Surahman Aspri Presiden RI Prabowo Dijemput Pesawat Kepresidenan di Bengkulu

Hingga kini tidak sedikit kendaraan melewati jembatan Sungai Ladi banyak mengalami kecelakaan.

Sei Ladi sendiri hanya merupakan sebuah sungai menyerupai danau di Batam yang dilalui oleh jembatan yang menghubungan antara kawasan Baloi dengan kawasan Tiban.

Saat ini Sei Ladi sendiri dijadikan sumber utama pasokan air bagi kehidupan warga Batam dengan dibangunnya waduk oleh pihak Otorita Batam ketika itu sekarang BP Batam.

Terlepas dari cerita mistik tersebut, nama Sei Ladi sangat erat hubunganya dengan sosok Laksamana Ladi merupakan seorang tokoh lokal terkenal pada masa Kesultanan Melayu Riau-Lingga.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Gerak Cepat, Tarif Impor Donald Trump Cekik UMKM

Saat itu perairan di Batam merupakan jalur perdagangan yang strategis, Kesultanan Melayu-Lingga mempercayakan sosok Laksamana Ladi menjaga kawasan tersebut.

Beliau ditugaskan menjadi benteng tangguh yang menjaga kedaulatan maritim Melayu dari ancaman bajak laut dan kekuatan asing.

Karenanya, Laksamana Ladi sendiri dikenal karena kepiawaiannya dalam berlayar dan strategi pertempuran laut.

Baca Juga: Teguh Aris Munandar, Akademisi Untirta menilai dideklarasikannya Andra dan Dimyati merupakan ancaman serius bagi Airin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X