Masa Kolonial Hindia Belanda
Perjalanan yang dilalui ketika masa kolonial sangat berpengaruh dalam sejarah Kepulauan Riau.
Julukan Hawaii Van Lingga yang diberikan kepada pulau Penuba, penggunaan uang tersendiri bagi Kepulauan Riau, dan terbentuknya Karesidenan Riouw menjadi bukti pengaruh kuat para kolonial di Kepulauan Riau.
Pada tahun 1922, Afdeeling Tanjung Pinang membawahi empat onder-afdeeling yang terdiri dari:
- Onder-Afdeeling Tanjungpinang
- Onder-Afdeeling Karimun
- Onder-Afdeeling Lingga
- Onder-Afdeeling Pulau Tujuh yang dibagi ke dalam dua ressort, yakni ressort Kepulauan Anambas dan ressort Kepulauan Natuna.
Adapun Afdeeling Indragiri yang terdiri dari Kuantan, Indragirische Bovenlanden dan Indragirische Benedenlanden, yang pada awal mulanya merupakan satu kesatuan dengan Kepulauan Riau.
Pada akhirnya, sesudah tahun 1950-an, dimasukkan ke dalam Riau.
Setelah masa kemerdekaan, Kepulauan Riau bergabung dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera sehingga membentuk provinsi Riau.
Dahulunya, Kepulauan Riau juga menggunakan mata uang tersendiri bernama Uang Kepulauan Riau (KR).
Namun secara perlahan, penggunaan mata uang ini dihentikan dan digantikan dengan mata uang Rupiah.
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat
Masa Pemerintahan Riau
Setelah lama bergabung dengan Riau, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR).
Artikel Terkait
Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat
Harga dan Stok Sembako Masih Stabil Usai Lebaran, dari Hasil Sidak Disdagin Tanjungpinang di Pasar Bintan Centre
Lis Cek Kehadiran Pegawai Lewat Apel Besama Usai Liburan Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri
Pemko Batam Gelar Apel Gabungan dan Halal Bihalal Guna Bangun Semangat Kerja Pasca Liburan Panjang
Amsakar-Li Claudia Gagas Taman Kota Instagramable di Baloi Indah
Harga Bahan Pangan di Tanjungpinang Stabil Usai Lebaran, Cabai dan Sayur Turun