KLIKREAD.COM, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak publik untuk menjadikan Idul kurban bukan sekadar formalitas menyembelih hewan.
Akan tetapi momen memotong ego, anggaran pejabat, dan gaya hidup mewah yang tak berguna.
"Jangan bangga potong sapi, kalau belum mau potong anggaran untuk rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluarkan Aturan Jam Sekolah Mulai Lebih Pagi dan Hanya Sampai Jumat
Dedi mengatakan hal tersebut saat memberikan pidatonya pada Hari Raya Idul Adha.
Pada kesempatan itu Dedi juga memberikan sindiran terhadap para pejabat yang gemar pamer kurban sapi, tapi pelit terhadap rakyat.
“Kalau gubernur kurban 10 ekor sapi, paling banter dinikmati 5.000 orang.
Tapi kalau dia potong anggaran Rp5 triliun buat rakyat, itu baru kurban sejati," kata Dedi penuh semangat.
Baca Juga: Pentingnya Edukasi Pencegahan Kekerasan Sejak Dini di Lingkungan Sekolah Dasar
Dedi juga menyoroti terkait soal bobroknya arah pendidikan dan mental pejabat di Indonesia.
''Pendidikan kita hari ini terlalu materialistis!
Guru-guru, kepala sekolah, bahkan orang tua, lebih sibuk mengejar proyek dan angka, tapi lupa soal spiritualitas,” tegas Dedi Mulyadi.
Tak hanya menyorot dunia pendidikan, Dedi juga menyentil keras gaya hidup para orang tua yang hanya menilai anak dari motor mewah, HP mahal, dan baju branded.
Baca Juga: Terkait Insiden Longsor Tambang Galian C di Gunung Kuda, Polda Jabar Tindak Lanjuti Pencabutan IUP Tiga Perusahan Tambang
Tanpa pernah mendoakan anaknya di sepertiga malam.